Presiden Jokowi Turut Berduka Atas Meninggalnya Pramono Edhie
Nasional

Presiden Jokowi turut berbelasungkawa atas meninggalnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo. Pramono menghembuskan napas terakhirnya di usia 65 tahun karena serangan jantung.

WowKeren - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia pada Sabtu (13/6) malam. Presiden Joko Widodo pun menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya almarhum di usia 65 tahun.

Jokowi menyebut kepulangan Pramono Edhie tersebut sebagai duka yang mendalam. "Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya ke hadirat Allah Swt. Bapak Jenderal TNI, Pramono Edhie Wibowo, di usia 65 tahun," ujar Presiden dalam keterangannya, Minggu (14/6).

Dalam pandangan Jokowi, Pramono adalah seorang prajurit yang sangat baik. Jokowi juga mendoakan mantan KSAD tersebut mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

"Beliau adalah mantan KSAD, seorang prajurit TNI yang sangat baik, dan semoga arwahnya diterima di sisi Allah Swt., diberikan tempat yang terbaik, dan yang ditinggalkan diberikan kesabaran," tuturnya.


Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, jenazah Pramono telah dimakamkan siang ini dari RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur ke rumah duka. Alamat rumah duka adalah Puri Cikeas Indah No. 08 RT 03 RW 02 Jl. Alternatif Cibubur Nagrak, Kec Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat Indonesia.

Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan jika Pramono meninggal karena sakit saat sedang berlibur bersama keluarganya di kediaman desa Ciwalen, kecamatan Sukaresmi. Ia disebut mendadak sakit dengan diagnosa serangan jantung.

"Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Almarhum Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat mulai hari Minggu (14/6) selama 7 hari mengibarkan bendera setengah tiang," ungkapnya.

Pramono sendiri dikenal sebagai adik ipar Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 5 Mei 1955. Lulusan Akademi Militer pada 1980 ini pernah menjadi Ajudan Presiden pada 2001 saat kepemimpinan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Pramono pensiun dari militer pada 2013 dan mencoba peruntungan pada perpolitikan Indonesia dengan bergabung bersama Partai Demokrat. Ia diangkat menjadi salah satu anggota Dewan Pembina Demokrat sejak Juni 2013.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts