Penembakan Pria Kulit Hitam Rayshard Brooks Oleh Polisi AS Disebut Masuk Kategori Pembunuhan
AP
Dunia

Kantor Pemeriksa Medis Wilayah Fulton menetapkan kematian Rayshard Brooks yang ditembak polisi Atlanta ini sebagai kategori pembunuhan lantaran didasarkan pada hasil autopsi jenazah.

WowKeren - Kasus penembakan oleh anggota kepolisian Atlanta, Georgia, terhadap seorang warga kulit hitam Amerika Serikat bernama Rayshard Brooks disebut sebagai tindak pembunuhan. Kantor Pemeriksa Medis Wilayah Fulton mengatakan, kematian Brooks masuk dalam kategori pembunuhan lantaran didasarkan melalui autopsi jenazah.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa Brooks meninggal karena kehabisan darah dan cedera organ yang disebabkan dua luka tembak senjata api. Dua tembakan itu mengenai bagian punggung Brooks. "Kasus kematiannya (Brooks) adalah pembunuhan," kata pernyataan Pemeriksa Medis Fulton, dilansir dari BBC pada Selasa (16/6).

Insiden penembakan ini terjadi ketika polisi berupaya menangkap Brooks di sebuah restoran cepat saji Wendy's di Atlanta. Awalnya, karyawan Wendy's melaporkan kepada pihak berwenang bahwa ada pria yang tertidur di dalam mobil di jalur drive-thru restoran. Pria tersebut adalah Brooks.

Biro Investigasi Georgia (GBI) menuturkan aparat lalu bergegas menuju lokasi dan mendapati Brooks tengah terlelap di dalam mobilnya. Polisi lalu melakukan tes kesadaran diri terhadap Brooks.

Brooks dinyatakan mabuk dan menolak untuk ditangkap hingga terlibat perkelahian. Brooks berhasil lolos dan mencoba kabur sambil membawa alat kejut listrik atau taser yang dipegang salah satu petugas. Belum jauh kabur, salah satu petugas yang mencoba menangkapnya melontarkan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Brooks.

Saksi mata mengatakan Brooks masih bernapas ketika terbaring di tanah. Pria 37 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia di sana.


Sementara itu wali kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, mengecam insiden tersebut. Bottoms menuturkan ia melihat seluruh rekaman CCTV dan rekaman penangkapan Brooks yang diambil saksi mata dan tersebar di media sosial.

"Saya menyaksikan interaksi Brooks (dengan polisi), dan saya sangat terpukul," kata Keisha Lance Bottoms. "Ini tidak konfrontatif. Ini adalah pria yang kamu habisi," katanya.

Insiden ini juga mendorong Kepala Kepolisian Atlanta Erika Shields mengundurkan diri dari jabatannya. Sementara itu, petugas polisi yang menembak Brooks, Garrett Rolfe, langsung dipecat.

Pengacara untuk keluarga Brooks mengatakan dia adalah ayah dari seorang putri kecil yang merayakan ulang tahunnya pada Sabtu (13/6) lalu. Mereka mengatakan para petugas tidak memiliki hak untuk menggunakan kekuatan berlebihan hingga mematikan bahkan jika dia telah menembak taser, senjata yang tidak mematikan, ke arah mereka.

Jaksa Distrik Fulton, Paul Howard, mengatakan jaksa penuntut akan memutuskan pada sidang pertengahan pekan apakah akan mengajukan dakwaan atau tidak. "(Korban) tampaknya tidak menghadirkan ancaman apa pun kepada siapa pun, dan fakta bahwa itu akan meningkat hingga kematiannya tampaknya tidak masuk akal," kata Howard.

Kematian Brooks memicu kembali protes di Atlanta yang merupakan bagian dari aksi demonstrasi luas terkait pembunuhan George Floyd. Brooks dan Floyd merupakan pria Afro-Amerika yang terbunuh oleh polisi AS.

Pada Minggu (14/6) malam, polisi antihuru-hara berkumpul di kantor kepolisian dekat lokasi penembakan Brooks. Restoran cepat saji Wendy's pun terbakar diamuk massa.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait