Menurut Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, hampir separuh dari jumlah tersebut berasal dari benua Amerika.Diketahui, AS dan Brasil kini menjadi 2 negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 20 Juni 2020 - 07:36 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 150 ribu kasus COVID-19 baru dalam sehari pada Kamis (18/6). Ini berarti pandemi corona secara global berkembang semakin cepat.
"Hampir separuh jumlah kasus yang dilaporkan berasal dari Amerika," ungkap Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam rapat virtual di Markas WHO, dilansir Reuters pada Sabtu (20/6). "Dunia berada dalam fase baru dan berbahaya. Virus masih menyebar dengan cepat, masih mematikan, dan kebanyakan orang masih rentan."
Diketahui, Amerika Serikat telah menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Melansir worldometers pada Sabtu (20/6), total jumlah kasus COVID-19 di AS mencapai 2.296.720. Dari jumlah tersebut, 121.402 pasien dilaporkan meningga dunia dan 956.009 orang dinyatakan sembuh.
Kemudian ada Brasil yang juga menjadi episentrum baru virus corona di benua Amerika. Hingga Sabtu (20/6), Brasil telah melaporkan 1.038.568 kasus positif corona. Dari jumlah tersebut, 49.090 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 520.360 orang dilaporkan sembuh.
Secara global, COVID-19 kini telah menjangkit lebih dari 8,53 juta orang di seluruh dunia. Tedros pun mendesak agar semua pihak menjaga jarak fisik dan meningkatkan kewaspadaan mereka.
Sementara itu, pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan, menyorot banyaknya negara yang sudah mulai melonggarkan pembatasan namun khawatir akan gelombang kedua pandemi corona. Ryan sendiri meminta agar seluruh negara yang terserang pandemi corona menggunakan pendekatan bertahap dan ilmiah.
"Keluar dari pembatasan/lockdown harus dilakukan dengan hati-hati, secara bertahap," terang Ryan. "Dan harus didorong oleh data."
Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus COVID-19, kebutuhan akan vaksin corona pun juga semakin besar. Sebelumnya, Tedros telah meminta agar vaksin untuk virus corona (COVID-19) harus tersedia sebagai barang publik global.
Ia menekankan semua orang harus mendapatkan akses yang sama untuk vaksin yang sedang dikembangkan para ahli tersebut. Saat ini, Tedros merasa sedikit lega karena banyak kepala negara yang sudah menyuarakan kesiapan menjadikan vaksin virus corona barang publik.
Hal tersebut disampaikan karena khawatir beberapa negara seperti Amerika Serikat yang bisa menimbun vaksin atau obat apapun untuk memerangi COVID-19. Sementara itu, negara-negara kecil dan miskin sama sekali tak mendapatkan akses perawatan yang memadai.
(wk/Bert)