Pihak Keimigrasian Dikritik Usai Pedofil AS Buron FBI Masuk Indonesia
Nasional

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan menilai bahwa kasus Russ Medlin ini menunjukkan buruknya pengawasan warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

WowKeren - Seorang buronan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) bernama Russ Medlin ditangkap oleh Polda Metro Jaya di bilangan Jakarta Selatan pada Minggu (14/6). Selama di Indonesia, Medlin disebut kerap menjadikan anak di bawah umur sebagai pelampiasan hasrat seksual menyimpangnya, bahkan sampai direkam.

Masuknya Medlin yang merupakan pedofil buron FBI ke Indonesia ini lantas membuat pihak imigrasi dikritik. Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan menilai bahwa kasus Medlin ini menunjukkan buruknya pengawasan warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

"Artinya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam hal ini Keimigrasian belum baik dalam mengawasi orang asing yang masuk," tutur Hinca dalam rapat kerja Kemenkumhan dan Komisi III DPR RI pada Senin (22/6). "Yang bermasalah secara hukum."

Hinca mempertanyakan mengapa seorang buronan FBI bisa masuk ke Indonesia. Apalagi Medlin juga sempat kembali melakukan prostitusi di bawah umur kala berada di Indonesia.


Oleh sebab itu, Hinca berharap agar Direktorat Jenderal Keimigrasian dapat meningkatkan kinerja dalam hal pengawasan. Dengan demikian, filter terhadap WNA yang bermasalah pun dapat ditingkatkan. "Maka itu melalui Dirjen Imigrasi kita ingin membuat pengawasan soal ini ketat," tegas Hinca.

Sebelumnya, kecurigaan soal keberadaan Medlin bermula dari laporan masyarakat sekitar soal Medlin yang kerap membawa keluar masuk perempuan di bawah umur. Tim Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kemudian menyelidiki informasi tersebut. Saat itu polisi mengamankan 3 orang anak berusia sekitar 15-17 tahun.

Latar belakang Medlin pun diselidiki lebih jauh. Terungkap bahwa Medlin merupakan buronan FBI karena terlibat dalam penipuan investasi bitcoin.

Tak hanya terkait penipuan bitcoin, Medlin rupanya juga pernah terlibat kasus pelecehan seksual dan pornografi anak. Melansir The Daily Beast, dalam catatan kriminal Negara Bagian Nevada terungkap bahwa Medlin pernah dinyatakan bersalah atas pelanggaran seks.

Ia terjerat kasus kekerasan seksual anak di bawah 14 tahun pada 2005 silam. Medlin juga terbukti bersalah atas kepemilikan pornografi anak pada 2008 lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts