Pihak militer India dan perwakilan Tiongkok mengatakan bahwa pembicaraan antara komandan pasukan kedua negara yang diadakan di Moldo berlangsung dalam suasana yang ramah, positif, dan konstruktif
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 24 Juni 2020 - 09:58 WIB
WowKeren - Komandan militer Tiongkok dan India telah melakukan pembicaraan di Moldo, sebuah wilayah di Line of Actual Control (LAC) pada Senin (22/6) waktu setempat. Dalam pembicaraan tersebut, mereka sepakat menarik pasukan masing-masing dari zona bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh, Perbatasan Himalaya, pada 15 Juni lalu.
Angkatan bersenjata India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pembicaraan di tingkat perwira diadakan di Moldo dalam suasana yang ramah, positif, dan konstruktif. Disebutkan juga ada kesepakatan bersama untuk menarik diri.
"Pembicaraan tingkat Komandan Korps diadakan di Moldo dalam suasana yang ramah, positif, dan konstruktif. Ada konsensus bersama untuk menarik pasukan. Modalitas untuk menarik pasukan dari semua daerah gesekan di Ladakh Timur dibahas dan akan ditindak lanjuti oleh kedua belah pihak," demikian pernyataan pihak militer India.
Sedangkan menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, pertemuan di Moldo memang berlangsung konstruktif. "Kedua belah pihak memiliki pertukaran yang jujur dan mendalam tentang isu-isu penting dalam kontrol perbatasan saat ini dan setuju untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna mendinginkan situasi," ujarnya.
Kendati demikian, Zhao membantah informasi bahwa terdapat 40 tentara Tiongkok yang tewas saat terlibat bentrok dengan pasukan India di Lembah Galwan. "Saya dapat memberi tahu Anda secara bertanggung jawab bahwa ini adalah informasi yang salah," ucapnya.
Di sisi lain, ketegangan antar kedua negara bermula saat Beijing mengklaim bahwa India secara sepihak membangun jalan serta jembatan di wilayah garus perbatasan Line of Actual Control (LAC) sejak April. Kemudian pada 6 Mei, pasukan India disebut melintasi perbatasan untuk membangun benteng serta barikade.
Merespons hal tersebut, India mengatakan sejak awal Mei, Tiongkok telah menghalangi pola patroli tradisional India di LAC. Hal itu kemudian menyebabkan bentrok pasukan kedua negara di wilayah perbatasan.
Pada 6 Juni, India dan Tiongkok telah menyepakati deeskalasi di LAC. Kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk menghormati dan mematuhi LAC serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengubah status quo.
Namun pada 15 Juni, pasukan India dan Tiongkok kembali terlibat bentrok. Sebanyak 20 tentara dari pihak India dilaporkan tewas. Sementara Tiongkok disebut memiliki 40 korban jiwa. Sama seperti sebelumnya, kedua negara kembali saling tuding menjadi pihak yang melanggar LAC.
Sebagai informasi tambahan, Tiongkok dan India memiliki perbatasan sepanjang 3,440 kilometer. Keduanya mempunyai klaim wilayah yang tumpang tindih. LAC adalah garis demarkasi yang memisahkan klaim wilayah kedua negara di Ladakh.
Karena medan perbatasan berupa sungai, danau, dan tebing bersalju, garis pemisah itu dapat bergeser. Hal tersebut menyebabkan pasukan patroli perbatasan kedua negara kerap bersinggungan dan tak jarang memicu perkelahian atau kontak fisik.
Itu adalah pertama kalinya sejak 1975 Tiongkok dan India terlibat dalam bentrokan militer yang fatal di sepanjang perbatasan kedua negara, meskipun ketegangan perbatasan sudah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Tiongkok mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.
Perbatasan lembah Galwan di wilayah Ladakh memang menjadi rebutan sejak pemisahan kawasan India di tahun 1947 oleh Inggris dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Partition". Ada tiga negara penguasa wilayah ini dan semuanya diketahui memiliki senjata nuklir: India, Tiongkok dan Pakistan.
India dan Pakistan sudah berulang kali terlibat konflik berkenaan dengan Kashmir. Namun, terakhir Tiongkok dan India terlibat konflik di wilayah ini adalah sekitar 60 tahun lalu yang diakhiri dengan gencatan senjata pada 1962.
(wk/luth)