Megawati Buka Suara Soal Pembakaran Bendera PDIP, Beri Perintah Tegas Ini
Getty Images
Nasional
Kisruh RUU HIP

Megawati Soekarnoputri akhirnya buka suara soal aksi pembakaran bendera PDIP yang dilakukan saat aksi demonstrasi penolakan RUU HIP. Begini perintah tegasnya.

WowKeren - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya angkat berbicara mengenai aksi pembakaran bendera partai berlambang banteng tersebut. Megawati telah mengeluarkan surat perintah yang ditujukan bagi seluruh kadernya mengenai dibakarnya bendera PDIP.

Peristiwa pembakaran tersebut terjadi saat massa menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Rabu (24/6) kemarin. Aksi demonstrasi tersebut digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).


Dalam surat yang diedarkan pada Kamis (25/6), Megawati mendesak kadernya untuk merapatkan barisan. Presiden Republik Indonesia Ke-5 ini juga mempersilahkan para kadernya yang merasa tidak terima dan ingin mengambil jalur hukum demi memperkuat persatuan dengan rakyat.

Terus rapatkan barisan! Tempuhlah jalan hukum,” demikian bunyi surat perintah Megawati kepada seluruh kader PDIP dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kamis (25/6). “Perkuat persatuan dengan rakyat.”

”Karena rakyatlah cakrawati partai,” sambungnya. “Sekali merdeka, tetap merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Bendera selalu tegak! Seluruh kader siap menjaganya!”

Megawati juga menyatakan kekecewaannya terkait pembakaran bendera PDIP. Menurutnya, PDIP selama ini telah menjadi partai politik sah yang dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Megawati juga turut menyinggung sejarah PDIP yang berkaitan dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). Seperti yang diketahui, PNI sendiri didirikan oleh Presiden Ke-1 RI Sukarno pada 4 Juli 1927 silam.

PDIP selama ini dinilai Megawati telah memiliki sejarah yang begitu panjang dalam membantu perjuangan masyarakat untuk memperoleh haknya. Megawati juga turut membahas tentang serangan yang pernah menimpa PDIP, dimana sejumlah pihak dinilai ingin memecah belah partainya. Hal ini terjadi saat Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 silam.

Meski demikian, PDIP tetap bangkit dan menunjukkan dalam perjalanannya untuk selalu menempuh jalan hukum. Mengawati menegaskan PDIP akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi partai untuk rakyat, bangsa, dan negara.

“Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum PDIP, saya tegaskan bahwa PDIP tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa,” tegas Megawati. “sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts