Kabar Baik! Pasien Sembuh Corona Di 9 Provinsi Ini Kalahkan Jumlah Kasus Positif
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kabar baik! Pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di 9 provinsi ini berhasil mengalahkan jumlah penambahan kasus positif COVID-19 baru. Dimana saja?

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah mengumumkan perkembangan terbaru kasus virus corona (COVID-19) di Tanah Air pada Sabtu (27/6) sore. Berdasarkan data covid19.go.id, Indonesia telah memiliki sejumlah 52.812 kasus virus corona.

Indonesia telah melaporkan rekor baru adanya penambahan 1.385 kasus virus corona pada hari ini. Sebanyak 21.909 pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sedangkan 2.720 orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.


Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan kabar baik saat mengumumkan update kasus corona. Ia menyatakan ada 9 provinsi di Indonesia yang telah melaporkan jumlah pasien sembuh lebih tinggi daripada kasus baru virus corona.

”Beberapa kasus sembuh lebih banyak dibanding yang dilaporkan di antaranya Kalimantan Selatan,” kata Yurianto melalui konferensi pers daring di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta pada Sabtu (27/6). “Dari 53 kasus baru yang dilaporkan, 93 kasus sembuh.”

Setelah Kalimantan Selatan, provinsi selanjutnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yogyakarta telah mencatat 2 kasus baru virus corona dan sebanyak 5 pasien dinyatakan sembuh.

Kemudian Kalimantan Barat yang mencatatkan 8 kasus baru dan 10 orang sembuh dari COVID-19, Sulawesi Tengah dengan 1 kasus baru dan 5 kasus sembuh, dan Lampung dengan 1 kasus baru dan 4 kasus sembuh.

Selanjutnya ada Maluku yang telah melaporkan 14 kasus COVID-19 baru, dimana 22 orang dinyatakan sembuh. Lalu Papua Barat melaporkan adanya 1 kasus baru dan 2 orang sembuh. Terakhir, Kepulauan Riau dengan 2 kasus sembuh baru dan tidak ada kasus virus corona.

Yurianto melaporkan total ada 448 kabupaten/kota di 34 provinsi yang tercatat terdampak kasus corona. Dalam lokasi tersebut, terdapat 40.541 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.522 orang merupakan pasien dalam pemantauan (PDP).

Yurianto juga mengaku pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di daerah yang masih melaporkan tingginya kasus COVID-19 untuk segera melakukan intervensi. Hal ini karena daerah yang mencatat kasus baru tinggi masih mendapati sumber penularan di tengah masyarakat.

”Ini harus dilakukan intervensi lebih cepat,” ujar Yurianto. “Bukan hanya terkait banyak kasus, tapi terkait tingginya kasus per 100 ribu orang yang direpresentasikan tingkat risiko ancaman tertular di beberapa daerah yang masih tinggi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts