Jokowi Minta Prosedur Layanan COVID-19 Kemenkes Tak Berbelit-belit
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, Jokowi sempat mengungkapkan kekesalannya pada Kementerian Kesehatan. Ia menilai jika dari sebanyak Rp 75 triliun anggaran baru 1,53 persen yang digunakan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta agar prosedur untuk penanganan corona tidak dibuat bertele-tele. Hal itu disampaikan Jokowi kepada Kementerian Kesehatan.

Presiden mencontohkan alur pembayaran COVID-19 agar dipercepat pencairannya. Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19 yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/6).


"Saya minta disbursement," kata Jokowi. "Pembayaran untuk pelayanan kesehatan terkait COVID-19 dipercepat pencairannya. Jangan sampai prosedur di Kemenkes itu. Jangan sampai bertele-tele."

Ia tidak ingin jika sampai muncul keluhan terkait pembayaran yang lambat maupun tidak diterima oleh tenaga medis sebagaimana mestinya. Termasuk juga pemberian santunan untuk tenaga medis yang meninggal dunia akibat pandemi COVID-19 ini.

"Jangan sampai ada keluhan yang meninggal," kata Jokowi. "Ini harus segera bantuan santunan itu. Mestinya begitu meninggal, bantuan santunannya keluar."

Agar proses pembayaran COVID-19 dapat berjalan cepat, Jokowi juga meminta agar Peraturan Menteri yang berbelit-belit untuk dirampingkan. Sebab, pemerintah telah menyediakan anggaran untuk COVID-19 sehingga dana itu harus dimanfaatkan seefektif mungkin.

"Kalau aturan di Permen terlalu berbelit-belit ya disederhanakan," tutur Jokowi. "Pembayaran klaim rumah sakit secepatnya, insentif tenaga medis secepatnya, insentif petugas lab secepatnya. Kita nunggu apalagi ini, anggarannya sudah ada."

Sebelumnya, Kepala Negara sempat mengungkapkan kekesalannya pada Kementerian Kesehatan. Ia menilai jika dari sebanyak Rp 75 triliun anggaran baru 1,53 persen yang digunakan.

Selain itu, Jokowi juga sempat mewanti-wanti jajaran kabinet untuk bekerja lebih giat lagi dalam menangani pandemi COVID-19. Sebab menurutnya hingga kini belum ada progres yang signifikan dari jajaran kementeriannya dalam menghadapi pandemi.

Ia meminta agar para menteri membuat kebijakan yang luar biasa menghadapi pandemi COVID-19. Sebab, situasi di Indonesia saat ini memerlukan perhatian khusus dimana pandemi COVID-19 menyebabkan krisis di banyak sektor.

"Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progres signifikan (dalam penanganan krisis akibat COVID-19)," kata Jokowi. "Tidak ada."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts