India Kerahkan Sistem Rudal di Perbatasan Usai Bentrok dengan Tiongkok
AP
Dunia

Selain sistem rudal, India juga mengizinkan angkatan militer mereka menggunakan senjata api ketika bertugas di LAC, perbatasan de facto di wilayah Ladakh yang menjadi rebutan kedua negara.

WowKeren - India dilaporkan telah mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih bernama Akash ke perbatasan di utara Ladakh, kawasan Himalaya, pada akhir pekan lalu. Kawasan itu merupakan tempat bentrokan antara militer India-Tiongkok pada dua pekan lalu hingga menewaskan puluhan korban jiwa.

Pengerahan alat utama sistem pertahanan itu dilakukan India menyusul manuver Tiongkok yang terus meningkatkan aktivitas pesawat tempur dan helikopter militer di sepanjang Garis Kontrol Aktual alias Line of Actual Control (LAC), perbatasan de facto kedua negara di wilayah Ladakh yang menjadi rebutan.


"Sebagai bagian dari pembangunan yang tengah berjalan, sistem pertahanan udara militer India telah dikerahkan ke sektor LAC untuk mengantisipasi pergerakan jet tempur angkatan udara Tiongkok dan helikopter mereka di perbatasan," ujar seorang sumber, dilansir dari CNN pada Senin (29/6).

Akash merupakan sistem pertahanan rudal jarak menengah yang dikembangkan sendiri oleh India. Selain sistem rudal, India juga mengizinkan angkatan bersenjatanya menggunakan senjata api ketika bertugas di LAC.

Padahal, belum lama ini komandan militer Tiongkok dan India telah melakukan pembicaraan di Moldo, sebuah wilayah di LAC pada Senin (22/6) lalu. Dalam pembicaraan tersebut, mereka sepakat menarik pasukan masing-masing dari zona bentrokan dan memilih berdamai.

Di sisi lain, ketegangan antar kedua negara bermula saat Beijing mengklaim bahwa India secara sepihak membangun jalan serta jembatan di wilayah garus perbatasan LAC sejak April. Kemudian pada 6 Mei, pasukan India disebut melintasi perbatasan untuk membangun benteng serta barikade.

Merespons hal tersebut, India mengatakan sejak awal Mei, Tiongkok telah menghalangi pola patroli tradisional India di LAC. Hal itu kemudian menyebabkan bentrok pasukan kedua negara di wilayah perbatasan.

Pada 6 Juni, India dan Tiongkok telah menyepakati deeskalasi di LAC. Kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk menghormati dan mematuhi LAC serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengubah status quo.

Namun pada 15 Juni, pasukan India dan Tiongkok kembali terlibat bentrok. Sebanyak 20 tentara dari pihak India dilaporkan tewas. Sementara Tiongkok disebut memiliki 40 korban jiwa. Sama seperti sebelumnya, kedua negara kembali saling tuding menjadi pihak yang melanggar LAC.

Sebagai informasi tambahan, Tiongkok dan India memiliki perbatasan sepanjang 3,440 kilometer. Keduanya mempunyai klaim wilayah yang tumpang tindih. LAC adalah garis demarkasi yang memisahkan klaim wilayah kedua negara di Ladakh.

Karena medan perbatasan berupa sungai, danau, dan tebing bersalju, garis pemisah itu dapat bergeser. Hal tersebut menyebabkan pasukan patroli perbatasan kedua negara kerap bersinggungan dan tak jarang memicu perkelahian atau kontak fisik.

Itu adalah pertama kalinya sejak 1975 Tiongkok dan India terlibat dalam bentrokan militer yang fatal di sepanjang perbatasan kedua negara, meskipun ketegangan perbatasan sudah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Tiongkok mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.

Perbatasan lembah Galwan di wilayah Ladakh memang menjadi rebutan sejak pemisahan kawasan India di tahun 1947 oleh Inggris dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Partition". Ada tiga negara penguasa wilayah ini dan semuanya diketahui memiliki senjata nuklir: India, Tiongkok dan Pakistan.

India dan Pakistan sudah berulang kali terlibat konflik berkenaan dengan Kashmir. Namun, terakhir Tiongkok dan India terlibat konflik di wilayah ini adalah sekitar 60 tahun lalu yang diakhiri dengan gencatan senjata pada 1962.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts