Turki Gunakan Robot Canggih untuk Bantu Tangani Pandemi COVID-19
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Robot-robot yang diproduksi oleh perusahaan Inno-Robots ini mulai bergabung membantu memerangi pandemi COVID-19 di rumah sakit, hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan ruang operasi.

WowKeren - Turki rupanya mulai menggunakan robot untuk membantu menangani pandemi virus corona (COVID-19) yang kian melonjak di negara tersebut. Robot-robot ini mulai bergabung membantu memerangi pandemi COVID-19 di rumah sakit, hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan ruang operasi.

Perusahaan Turki, Inno-Robots, memasarkan Robot UVD yang diproduksi oleh Blue Ocean Robotics, sebuah perusahaan yang berbasis di Denmark. Robot UVD ini membantu menyemprotkan desinfektan secara otomatis.


"Tingkat pembersihan di tempat-tempat yang sangat ramai seperti bandara dan hotel sebesar 99,99 persen, kita dapat mengatakan 100 persen. Ini sangat cepat dan disinfektan secara mandiri," kata Mehmet Bilginsoy, pendiri perusahaan.

Bilginsoy juga mengatakan bahwa salah satu fitur terpentingnya adalah bergerak secara mandiri. "Sinar ultraviolet (UVC) sangat berbahaya dan bersifat karsinogenesis. Itulah sebabnya fitur otonom dan terkendali perangkat sangat penting," lanjutnya menambahkan.

Dalam lanjutan keterangannya, Bilginsoy memaparkan bahwa tak ada fungsi remote control pada robot yang diperlukan untuk melokalisasi area yang didesinfeksi. "Pertama-tama kita melakukan penyesuaian peta pada area yang membutuhkan disinfektan. Kemudian robot melakukan semua jenis disinfeksi dalam waktu yang sangat singkat dan menawarkan lingkungan yang aman dan sehat," kata dia.

Bilginsoy menambahkan bahwa penjualan transfer internasional pertama dilakukan di Wuhan, Tiongkok, sejumlah 120 robot.

Di sisi lain, Turki dianggap sebagai salah satu negara yang cukup sigap menangani pandemi virus corona lantaran memiliki persedian APD (alat pelindung diri) yang memadai untuk petugas medis. Sementara banyak negara Eropa membutuhkan lebih banyak APD dan tidak dapat menyediakan peralatan yang cukup untuk tenaga medis, Turki memproduksi APD sendiri dan memberikan masker kepada warga negaranya dan penduduk resminya secara gratis.

Tak hanya itu, meskipun jumlah kasus COVID-19 meningkat di Turki, mencapai hampir 190 ribu, tingkat hunian ICU di rumah sakit masih belum mencapai 70 persen. Turki tercatat memiliki jumlah tempat tidur ICU terbesar per 100 ribu orang dibandingkan kebanyakan negara Eropa.

Sementara itu, sejauh ini Turki telah mencatatkan sebanyak 197,239 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,097 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 170,595 pasien dikonfirmasi sembuh. Saat ini, Turki masih memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 21,547 jiwa.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts