Ilmuwan Ungkap Komplikasi Mematikan Yang Berpotensi Dialami Pasien COVID-19, Apakah Itu?
Shutterstock
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti kembali melaporkan komplikasi permanen yang bisa dialami oleh pasien COVID-19. Bila sebelumnya berkaitan dengan paru-paru, kali ini sistem saraf, terutama otak lah yang menjadi target.

WowKeren - Berbagai penelitian soal wabah virus Corona terus digelar oleh ilmuwan. Dan dalam perjalanannya terungkap berbagai fakta baru soal penyakit pernapasan ini.

Salah satu yang baru-baru ini terungkap adalah perihal komplikasi yang bisa diderita oleh pasien positif COVID-19. Komplikasi ini bahkan ditengarai bisa mematikan bagi pengidapnya, karena organ otak lah yang diserang.


"Beberapa pasien COVID-19, termasuk mereka yang lebih muda dari 60 tahun, menunjukkan gejala komplikasi neurologis dan neuropsikiatri," ujar para peneliti lewat publikasi ilmiah The Lancet Psychiatry, Senin (29/6). "Seperti stroke, pembengkakan otak, psikosis, dan gejala sepeti demensia (pikun)."

Dan teori ini pun dibuktikan terhadap beberapa pasien yang diobservasi para peneliti, seperti dilaporkan Center for Infectious Disease Research and Policy. Dan lebih spesifik mereka menegaskan pasien lansia sangat berpotensi mengalami komplikasi ini karena kondisi sistem saraf yang memang semakin lemah seiring bertambahnya usia.

Namun masih menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti, mengapa virus yang notabene menyerang sistem pernapasan bisa berdampak pada otak. "Sampai saat ini kami masih belum bisa menjelaskan dengan akurat bagaimana COVID-19 memengaruhi otak dan sistem saraf," beber Sherry Chou selaku pimpinan riset tersebut.

Chou juga menegaskan, selama belum ada kepastian, maka tak perlu ada perawatan khusus yang dikembangkan untuk komplikasi tersebut. Hanya saja ia menegaskan situasi semacam ini bisa saja terjadi pada pasien COVID-19.

Pernyataan Chou pun dibenarkan oleh para peneliti lain, seperti dilaporkan New York Times. "Lebih dari sepertiga pasien COVID-19 di Wuhan, Tiongkok, mengalami komplikasi di sistem saraf, bahkan sampai tidak sadarkan diri," jelas peneliti.

"Awal bulan ini, peneliti Prancis menemukan 84 persen pasien COVID-19 yang masuk ke ICU mengalami masalah saraf," imbuh mereka. "Bahkan 33 persen diantara pasien yang sembuh pun dilaporkan kerap linglung dan tidak sadarkan diri."

Fakta ini menambah panjang daftar komplikasi kesehatan yang bisa dialami oleh pasien COVID-19. Sebelumnya terungkap para pasien sembuh COVID-19 pun bisa mengalami kerusakan permanen pada paru-parunya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts