Jangan Panik, Ilmuwan Jamin Wadah Reusable Restoran Tak Akan Jadi Media Penyebaran COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

Meningkatnya limbah plastik di tengah wabah COVID-19 membuat sebagian orang khawatir apabila wadah makan reuseable di restoran bisa menjadi media penyebaran virus. Menanggapi hal ini ilmuwan pun mengungkapkan pendapatnya.

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) perlu diwaspadai. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia yang dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan tersebut.

Apalagi banyaknya sampah plastik yang dikhawatirkan dapat menjadi media penyebaran virus COVID-19. Salah satunya, wadah makan reuseable (wadah yang dapat digunakan kembali).


Perlu diketahui, selama pandemi COVID-19 terjadi peningkatan kebutuhan untuk APD (alat pelindung diri) dan penggunaan peralatan sekali pakai di restoran telah berkontribusi terhadap peningkatan limbah plastik. Hal ini membuat orang-orang berpikir bahwa menggunakan wadah makanan dan minuman reuseable tidak higienis di tengah pandemi.

Dikutip dari The Independent, 119 ilmuwan dari 18 negara mengatakan wadah yang dapat digunakan kembali tidak meningkatkan kemungkinan penularan virus. Para ahli mengatakan aman untuk menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali selama pandemi jika mereka dicuci dengan benar.

Wadah tersebut termasuk gelas, botol, dan toples. Baik untuk makanan, minuman, dan bahan makanan lainnya, selama mereka dicuci bersih. Para ilmuwan yang menyetujui termasuk ahli epidemiologi, ahli virus, ahli kimia, ahli biologi, dan dokter.

Mereka menyatakan bahwa sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat, wadah yang dapat digunakan kembali dapat digunakan saat dibersihkan secara efisien.

Seorang profesor kimia di Oxford University Charlotte Williams menyatakan harapannya bahwa pandemi ini akan menginspirasi anggota masyarakat untuk berjuang lebih jauh untuk menyelesaikan masalah polusi plastik. "Saya berharap kita bisa keluar dari krisis COVID-19 lebih sunguh-sungguh daripada sebelumnya, untuk menyelesaikan masalah berbahaya terkait dengan plastik di lingkungan," katanya.

Seorang juru kampanye Greenpeace UK Nina Schrank menjelaskan bahwa meski pandemi telah mengubah banyak rutinitas mereka, masih penting untuk mempertahankan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. “Semakin banyak dari kita memiliki gelas dan botol yang dapat digunakan kembali (reusable) untuk mengurangi plastik yang dibuang dan melindungi satwa liar, laut, dan sungai kita,” kata Ms Schrank.

Sebelumnya, pada 2018 lalu ada lebih dari 40 bisnis besar berjanji untuk memberantas plastik sekali pakai dari kemasan sebagai bagian dari Pakta Plastik UK. Ini merupakan inisiatif pertama dari jenisnya.

Sebuah jajak pendapat dari 2.000 orang dewasa yang diterbitkan pada September 2019 menyimpulkan bahwa tujuh dari 10 orang berpikir harus ada larangan penuh pada barang-barang plastik sekali pakai seperti botol air dan sedotan. Kemudian pada Oktober 2019 dilaporkan bahwa lebih banyak botol air plastik dijual di Inggris daripada sebelumnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts