Hampir 4 Bulan Pandemi Corona, Miris Masih Ada Nakes Pakai APD Tak Sesuai Standar
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan masih ada tenaga medis yang tidak kebagian stok APD yang memadai hingga alhasil memakai masker bedah tiga lapis.

WowKeren - Wabah virus Corona (COVID-19) masih mengancam kelangsungan hidup manusia di penjuru dunia, termasuk Indonesia. Meski sudah hampir 4 bulan, belum ada tanda-tanda pandemi Corona di Indonesia akan segera berakhir.

Pertumbuhan kasus Corona di Indonesia pun termasuk masih tinggi. Bahkan beberapa pekan terakhir, kasus Corona bertambah sekitar 1.000 per harinya.


Sementara itu di beberapa wilayah, pasien yang dirawat juga mengalami peningkatan. Bahkan di Jawa Timur, seluruh rumah sakit rujukan sudah penuh. Dengan situasi seperti itu, beban tenaga medis, termasuk dokter dan perawat menjadi makin berat.

Namun Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah mengatakan bahwa tenaga medis masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). "Saya kira yang paling pertama kita nyaman kalau disediakan APD yang cukup untuk beberapa hari dan minggu ke depan," kata Harif pada Senin (29/6) seperti dilansir dari Kumparan.

Harif mengatakan saat ini masih ada perawat yang bertugas tanpa APD sesuai standar, seperti halnya tidak memakai masker N95. Alhasil mereka pun terpaksa mengenakan masker bedah tiga lapis.

"Kita berharap tidak memodifikasi yang tidak sesuai SOP," jelas Harif. "Risiko yang muncul misalnya tidak ada masker ya kita pakai masker bedah tiga lapis. Karena masker N95 tidak ada. Dan itu masih terjadi."

Walau demikian, Harif tidak membeberkan wilayah dengan tenaga medis kekurangan APD tersebut. Ia hanya menyebut beban makin berat tersebut dirasakan oleh perawat yang bertugas di rumah sakit non rujukan.

Sebab, apabila di sana penuh otomatis pasien diarahkan ke rumah sakit swasta atau nonpemerintah. "Jadi itu yang penting sampai hari ini, keluhannya masih kekhawatiran soal kecukupan APD, terutama di rumah sakit nonrujukan," jelasnya.

Sementara itu dilansir dari Worldometers per Minggu (28/6), jumlah kasus Corona di Indonesia sudah tembus 54.010. Dari jumlah tersebut, 22.936 kasus diantaranya telah dinyatakan sembuh dengan 2.754 meninggal dunia. Pasien sembuh bertambah sebanyak 1.027 orang, sementara pasien meninggal bertambah 34 orang.

Provinsi Jawa Timur kembali menyumbang kasus positif tertinggi dengan melaporkan 330 kasus baru sehingga totalnya mencapai 11.508 pasien. Data pasien sembuh bertambah 101 orang. Namun Jawa Timur mencatat kasus kematian tertinggi mencapai 831 pasien meninggal.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts