Trump Dikecam Partai Oposisi Akibat Tak Pakai Masker di Depan Publik
Getty Images
Dunia

Tak hanya partai oposisi, tekanan serupa juga datang dari anggota partai pendukung Trump, Partai Republik. Mereka yang biasanya enggan mengkritik, mendadak menyerukan agar Trump mengenakan masker.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi kritk untuk menggunakan masker saat tampil di hadapan publik. Kritik ini dilayangkan partai oposisi setelah angka kasus infeksi virus corona makin tinggi di AS, yang menyentuh lebih dari 2,6 juta kasus.

Tak hanya partai oposisi, tekanan serupa juga datang dari para anggota partai pendukung Trump, Partai Republik. Anggota partai yang biasanya enggan mengkritik Presiden telah menyerukan agar Trump mengenakan masker. Beberapa mendesak langkah ini sebagai contoh dari pemimpin bangsa.


"Jika mengenakan masker itu penting, dan semua pakar kesehatan menyatakan hal ini, maka akan membantu jika presiden selalu mengenakannya," jelas Senator Republik Lamar Alexander, dilansir dari CNN pada Senin (29/6).

Hal ini menurutnya baik dilakukan Trump agar warga tidak mengasosiasikan pemakaian masker dengan debat politik. Sebab, pada beberapa daerah di AS, memakai masker cenderung dianggap sebagai pilihan politik ketimbang terkait masalah kesehatan.

"(Hal ini) membantu kami menyingkirkan debat politik ini yang mengatakan jika Anda mendukung Trump , Anda tidak mengenakan masker, jika Anda menentang Trump, Anda melakukannya," tambahnya.

Diketahui, Trump memang kerap nampak tak menggunakan masker ketika tampil di depan umum. Terkait sikap Trump ini, Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar hanya terus mengulangi penjelasan Gedung Putih bahwa sang Presiden diuji setiap hari. Selain itu, ia menyebut Trump punya posisi unik sebagai pemimpin dunia.

Kasus-kasus virus corona di AS telah meningkat tajam pada lebih dari setengah negara bagian AS. Angka kasus penularan mencapai 2,637,077. Dari angka tersebut, 128,437 pasien dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan pasien sembuh menyentuh angka 1,093,456 jiwa. Dengan ini, AS masih memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 1,415,184.

Sebelumnya, pemerintah AS telah berbulan-bulan berupaya melakukan mitigasi. Namun, hal tersebut tidak diupayakan secara merata. Wilayah yang paling mendapat pukulan hebat adalah negara bagian yang mendorong pembukaan kembali ekonomi lebih awal, sesuai dengan anjuran Trump.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts