65 Persen Wilayah Jatim Tinggalkan Zona Merah, Sinyal Deadline Jokowi Bisa Terpenuhi?
Twitter/SapawargaSby
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gugus Tugas COVID-19 Jatim merilis daftar 25 dari 38 kabupaten/kota yang sudah meninggalkan zona merah menuju zona kuning (risiko rendah) dan zona oranye (risiko sedang), seperti berikut.

WowKeren - Presiden Joko Widodo diketahui memberikan deadline untuk Jawa Timur menurunkan laju penularan COVID-19 di wilayahnya. Jokowi sendiri menarget penularan Corona di Jatim bisa turun dalam 2 pekan.

Banyak pihak menyangsikan Jatim bisa memenuhi target tersebut. Namun tampaknya optimisme itu tetap menyala, terutama karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim menyatakan sekitar 65 persen kabupaten/kota menunjukkan perkembangan yang baik soal penanganan wabah Corona.


Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyatakan sebanyak 25 dari 38 kabupaten/kota kini sudah meninggalkan zona merah dan menjadi kuning (risiko rendah) serta oranye (risiko sedang). "Kalau kita lihat di peta ada sembilan daerah zona kuning, 16 zona oranye, dan 13 daerah zona merah," ujar Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/6).

Lantas daerah manakah yang masuk dalam zona kuning? Dikutip dari Medcom, zona kuning ini meliputi Kota dan Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, serta Lumajang.

Sedangkan ada 16 zona oranye di Jatim, seperti Kota dan Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Bojonegoro, dan Magetan. Selain itu ada pula Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Malang, serta Kota Batu.

"Ini artinya, kasus penyebaran COVID-19 di daerah terus menurun hingga menjadi zona kuning dan zona oranye," kata Joni. Sedangkan untuk penetapan zonasi ini disesuaikan dengan indikator tingkat risiko oleh Gugus Tugas COVID-19 Nasional.

Sementara itu masih ada 13 daerah yang masuk zona merah. Termasuk diantaranya Surabaya Raya, Lamongan, Tuban, Pamekasan, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Kediri, Jombang, serta Mojokerto.

Kendati menunjukkan perkembangan positif, Joni berharap hal ini tidak membuat masyarakat menjadi lengah. Walaupun daerahnya sudah mulai meninggalkan zona merah, Joni berharap masyarakat tetap aktif menjalankan protokol kesehatan.

"Misalnya dengan menggunakan masker, di mana 60 persen dapat mencegah penyebaran COVID-19," tegas Joni. Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun meminta masyarakat lebih menjaga kesehatan demi mencegah terjadinya gelombang kedua wabah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts