WHO Akhirnya Setuju Selidiki Sumber Virus Corona di Tiongkok
Dunia
Pandemi Virus Corona

WHO mengutus tim khusus untuk menyelidiki sumber virus corona ke Tiongkok pada pekan depan, berselang kurang lebih enam bulan setelah virus tersebut menginfeksi seluruh penjuru dunia.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengutus tim ke Tiongkok untuk menyelidiki asal-usul virus corona (COVID-19), berselang kurang lebih enam bulan setelah virus tersebut menginfeksi seluruh penjuru dunia. Pengiriman rencananya dilakukan pekan depan.

Keputusan WHO ini bisa dibilang cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya organisasi tersebut bersikukuh mengatakan bahwa virus corona berasal dari kelelawar, alih-alih berasal dari laboratorium seperti yang dituduhkan AS, Australia, dan beberapa negara lainnya.


Namun WHO menyatakan penyelidikan ini dilakukan karena pandemi corona masih jauh dari selesai. Bahkan, mereka memperingatkan dunia soal peningkatan perpecahan global akibat masalah tersebut.

"Kita bisa melawan virus dengan lebih baik ketika kita tahu segalanya tentang virus, termasuk bagaimana virus itu bermula. Kami akan mengirim tim pekan depan ke Tiongkok untuk mempersiapkan itu," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Senin (29/6) waktu setempat.

"Karenanya, kami akan mengirimkan tim minggu depan ke Tiongkok. Kami berharap tim nantinya bisa mendapatkan gambaran dan pemahaman soal bagaimana virus dimulai," tambahnya.

Tedros tak memberi keterangan lebih terperinci terkait hal itu, termasuk tentang respons Tiongkok. "Kami semua ingin ini berakhir. Kami semua ingin melanjutkan hidup kita. Tetapi kenyataannya yang sulit adalah ini bahkan belum dekat untuk berakhir karena ssecara global pandemi ini sebenarnya sedang meningkat," katanya.

Namun Beijing diketahui telah menolak adanya penyelidikan yang bertujuan menyudutkan atau menyalahkannya atas terjadinya pandemi COVID-19. Tiongkok sudah berulang kali membantah hal tersebut. Negeri Tirai Bambu itu juga meyakinkan bahwa COVID-19 muncul secara alami dan tidak disintesis secara artifisial.

Kendati telah membantah, AS tetap menyerukan adanya penyelidikan independen asal-usul virus corona. Australia dan Swedia turut mendukung seruan tersebut. Mereka menilai investigasi semacam itu logis dan penting dilakukan.

Pada akhir April lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Le Yucheng, sempat menegaskan bahwa virus corona baru penyebab COVID-19 bukan berasal dari laboratorium di Wuhan. Terkait hal itu, dia meminta publik mendengarkan keterangan para ahli dan tak menggunakan teori konspirasi.

Le mengatakan, penyingkapan sumber virus corona adalah masalah sains yang serius dan kompleks. Hal itu harus dikaji dan diteliti oleh para ilmuwan serta pakar medis.

"Sesuatu yang aneh sekarang adalah beberapa tokoh politik, yang diduga ekonom dan intelijen, memberikan laporan sensasional soal sumber COVID-19. Secara luas dikonfirmasi oleh para ahli bahwa COVID-19 bukan dari laboratorium," tuturnya.

Dalam keterangannya, Le mengklaim ada 27 ahli profesional telah menyatakan COVID-19 bermula secara natural dan tidak disintesis secara artifisial. Keterangan mereka diterbitkan di Lancet, jurnal medis kredibel. "Kita perlu mendengarkan para ahli, bukan politisi. Kita perlu menghormati sains dan menahan diri dari menggunakan teori konspirasi," paparnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts