Brasil 'Ranking 2' Dunia Soal Kasus Positif Corona, Presiden Bolsonaro Dituntut Mundur
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Brasil mencatatkan angka kasus positif dan meninggal akibat COVID-19 yang cukup signifikan pekan lalu. Situasi ini membuat masyarakat setempat geram dan mendesak Presiden Jair Bolsonaro mundur.

WowKeren - Brasil merupakan salah satu negara yang benar-benar tengah babak belur dihajar wabah virus Corona. Laman worldometer.info menempatkan negara ini sebagai peringkat 2 dunia dengan kasus positif terbanyak yakni mencapai 1.370.488 orang.

Tak hanya itu, Brasil pun menjadi peringkat kedua negara dengan korban meninggal akibat COVID-19 terbanyak, yakni mencapai 58.385 orang. Sejauh ini hanya Amerika Serikat yang berhasil "mengalahkan" Brasil.


Jejak akumulatif yang mengerikan itu seolah "tak sebanding" dengan catatan kasus positif dan meninggal tiap pekan. Kementerian Kesehatan Brasil mencatat ada 259.105 kasus COVID-19 yang dilaporkan dalam sepekan, praktis menjadikannya sebagai yang tertinggi dalam skala nasional.

Selain itu, sebanyak 7.005 orang pun dilaporkan tewas akibat terserang virus Corona. Angka ini begitu tinggi, namun lebih rendah ketimbang 7.285 korban meninggal yang dilaporkan pekan sebelumnya.

Pekan yang begitu berat ini membuat sejumlah masyarakat menggelar unjuk rasa yang menuntut agar Presiden Brasil Jair Bolsonaro mundur dari jabatannya. Demonstrasi ini pun berlangsung secara daring dan juga dilakukan oleh sekelompok masyarakat di 20 negara berbeda.

Mereka menamakan diri sebagai demonstran "Stop Bolsonaro". Dalam orasinya yang berlangsung Minggu (28/6) waktu setempat kemarin, massa mendesak supaya Bolsonaro mundur karena juga menjadi ancaman bagi demokrasi Brasil.

Demonstran di Ibu Kota Brasilia dilaporkan memasang seribu salib di halaman depan kongres sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang meregang nyawa karena COVID-19. Demonstran juga kedapatan membawa spanduk dengan tulisan "Bolsonaro, berhenti menyangkal!"

"Brasil menderita rasa sakit yang luar biasa," ungkap penyelenggara demonstrasi, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (30/6). "Rasa sakit tersembunyi yang berdenyut di tengah banyaknya kematian karena COVID-19."

Anggota partai sayap kiri, sebagai rival politik Bolsonaro, pun dilaporkan ikut dalam unjuk rasa tersebut. Sedangkan demonstran di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, nekat melawan aksi represif polisi anti huru-hara sembari meneriakkan "Enyahlah Bolsonaro!"

Demonstrasi ini dilaporkan juga terjadi di beberapa negara seperti Spanyol, Swiss, dan Inggris. Hal ini tak lepas dari kegeraman warga mendapati sang presiden begitu santai dan cenderung meremehkan pandemi Corona yang sudah menewaskan 500 lebih orang di berbagai penjuru dunia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts