Peneliti AS Ini Buktikan Masker-Jaga Jarak Ampuh Halangi Penyebaran Mikroba dan Virus
Health
Pandemi Virus Corona

Seorang peneliti dari Providence Sacred Heart Medical Center, Amerika Serikat (AS), Rich Davis membuktikan manfaat masker dan jaga jarak untuk menghalang penyebaran virus COVID-19 dengan melakukan demonstrasi berikut.

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) hingga saat ini masih diwaspadai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta warga diseluruh dunia untuk berhati-hati.

Selain itu WHO juga menganjurkan penggunaan masker dan penerapan jaga jarak (physical distancing) agar terhindar dari virus mematikan tersebut. Penggunaan masker sendiri dinilai efektif dalam menghalangi droplet yang menjadi media penularan virus corona.


Hal ini dibuktikan oleh seorang peneliti dari Providence Sacred Heart Medical Center, Amerika Serikat (AS), Rich Davis. Davis membuktikannya melalui demonstrasi dengan cawan petri.

Demonstrasi tersebut kemudian di unggah pada media sosial Twitter. Dalam unggahannya tersebut, Davis menceritakan demonstrasi yang dilakukannya itu dibagi menjadi 2 cara sederhana. Yaitu dengan memakai masker dan tidak memakai masker.

Davis batuk dua kali, bersin, berbicara selama 60 detik, hingga bernyanyi selama 60 detik menghadap ke cawan petri yang berjarak sekitar 0,5 meter. Kemudian cawan petri tersebut lalu didiamkan selama 24 jam.

Hasil akhirnya terlihat ada lebih banyak koloni bakteri pada cawan kelompok 'tak memakai masker'. "Di demonstrasi ini kehadiran bakteri (bukan virus) hanya sebagai proksi kehadiran mikroba di percikan liur kita," kata Davis.

Peneliti AS Ini Viral Usai Buktikan Masker dan Jaga Jarak Ampuh Halangi Penyebaran Mikroba

Twitter

"Kemungkinan, percikan liur lebih kecil (yang bisa membawa virus seperti SARS-COV-2) juga bisa dihasilkan ketika kita batuk, bersin, dan lainnya," lanjutnya menjelaskan. "Percikan seperti ini bisa menjangkau area lebih jauh dan lebih lama di udara daripada percikan liur yang besar."

Ia kemudian melanjutkan demonstrasinya soal jaga jarak (physical distancing). Dalam demonstrasi ini, Davis tetap menggunakan 2 metode sederhana yaitu menggunakan masker dan tidak.

Davis pun batuk dengan keras selama 15 detik sembari menjaga jarak mulai dari 2 kaki, 4 kaki hingga 6 kaki. Setelah diketahui hasilnya, cawan berjarak 2 kaki tanpa penggunaan masker memiliki banyak koloni bakteri.

Demonstrasi ini pun menjadi viral di Twitter. Meski begitu, Davis menekankan bahwa demonstrasinya tidak menunjukkan berapa banyak virus Corona yang bisa keluar dari mulut dari tiap aktivitas. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa masker bermanfaat dalam menghalangi percikan liur yang berisi mikroba.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts