Palestina Setujui Rencana Damai dengan Israel
Dunia

Pemerintahan Palestina dikabarkan bakal menyetujui konsesi teritorial minor dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan jelang rencana Perdana Menteri Israel mencaplok resmi wilayah Tepi Barat.

WowKeren - Pemerintah Palestina menyatakan siap menggelar dialog langsung dengan Israel yang telah lama terhenti terutama setelah Amerika Serikat menawarkan proposal perdamaian yang kontroversial.

Dilansir dari CNN pada Selasa (30/6), pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas juga dikabarkan bakal menyetujui konsesi teritorial minor dengan Israel. Pernyataan ini diutarakan Ramallah jelang rencana Perdana Menteri Israel Benjamin mencaplok resmi wilayah Tepi Barat, Palestina.


Hal itu terungkap dari dokumen yang dikirim pemerintah Palestina kepada kelompok kuartet Timur Tengah. Kelompok itu terdiri dari empat entitas yakni Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia yang menjadi perantara mediasi dalam proses damai Israel-Palestina.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah Palestina menyatakan siap melanjutkan negosiasi bilateral langsung dengan Israel yang sempat terhenti sejak 2014 lalu. "Namun, jika Israel menyatakan akan melanjutkan aneksasi wilayah Palestina mana pun, itu berarti semua perjanjian yang pernah disepakati akan batal," demikian bunyi dokumen yang ditulis pemerintah Palestina sebanyak empat halaman itu.

Dokumen tersebut juga mengusulkan perubahan perbatasan kecil yang disepakati bersama berdasarkan perjanjian 4 Juni 1967 ketika Israel menduduki Tepi Barat. Dokumen itu menegaskan tidak ada negara yang memiliki niat segigih Palestina untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

"Tidak ada negara yang lebih rugi dari Palestina jika perdamaian tidak tercipta. Kami siap mengerahkan senjata dan aparat yang kuat untuk menegakkan ketertiban," bunyi dokumen tersebut.

Dalam lanjutan dokumen itu, Palestina juga menyatakan akan menerima pasukan internasional seperti NATO yang diamanatkan PBB untuk memantau kepatuhan negaranya terhadap perjanjian perdamaian.

Saat ini, lebih dari 450 ribu warga Israel tinggal di permukiman Tepi Barat bersama dengan 2,8 juta warga Palestina. Israel terus memperluas pendudukan di wilayah itu meski langkahnya dinilai ilegal oleh hukum dan komunitas internasional.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts