Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Bahas Tantangan Lawan Corona, Singgung Aksi Sujud Walkot Risma
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Awalnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbicara soal masa jabatannya yang akan memasuki 2 tahun pada September 2020 mendatang. Edy mengaku memikirkan soal apa yang bisa diberikan ke rakyat Sumut.

WowKeren - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengungkapkan tantang yang dihadapinya selama menjadi kepala daerah. Termasuk juga dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) di wilayahnya.

Awalnya, Edy berbicara soal masa jabatannya yang akan memasuki 2 tahun pada September 2020 mendatang. Menurut Edy, dirinya memikirkan soal apa yang bisa diberikan ke rakyat Sumut.


"Saya sudah hampir 2 tahun, nanti tanggal 5 September ini saya 2 tahun. Persoalannya bukan hitungan tahunnya, tapi apa yang sudah bisa saya lakukan terhadap ini," terang Edy di rumah dinasnya pada Selasa (30/6). "Sambil berjalan kita, itu yang harus kita lakukan. Kita ciptakan trust."

Lebih lanjut, Edy membahas bagaimana dirinya kerap dikejar-kejar awak media karena Kepala Dinas Pemprov Sumut tak mau memberikan jawaban jika ada suatu permasalahan. Edy lantas bertanya-tanya bagaimana jadinya jika ia juga tidak mau memberikan penjelasan kepada media.

"Ada yang saya tanya 'kenapa kok tiap hari kalian jegatin saya?'. 'Itu sih pak kepala dinas bapak tak mau jumpai kami'. Oh, jadi gara-gara kepala dinas ku ini tak mau dijumpai akhirnya aku yang 'babak belur' gitu," tutur Edy. "Bagaimana kalau aku lari-lari juga nanti. Itu lah lari-larian kita terus, jadi seperti main-main kita semua. Padahal tak pernah."

Terkait penanganan corona, Edy membandingkan sikapnya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Diketahui Walkot Risma tengah banyak diperbincangkan usai ia bersujud dan menangis di hadapan dokter.

"Saudara-saudaraku, semua ini. Kadang saya sedih melihatnya, tapi kalau saya kayak Wali Kota Surabaya itu sampai sujud dia sama dokter, lebay juga dia," ujar Edy. "Kalau di sini, 'eh kepala kau' ya saya bilang."

Selain itu, Edy mengaku bahwa dirinya tidak pernah menyembunyikan permasalahan yang muncul dalam usaha penanganan corona. Edy menegaskan bahwa dirinya punya sikap dan metode sendiri agar tenaga medis bisa bekerja maksimal dalam menangani corona.

"Republik ini milik kita bersama," pungkas Edy. "Saya katakan 'hei dokter-dokter, kalau kau tak mau ngobati rakyat kita ini, tak bisa kau tak (saya) gantikan tukang bengkel tak (saya) suruh ngobati, nggak bisa. Mau tak mau kau yang kerja'."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts