Obama Sebut Ucapan Trump Soal 'Kung Flu' Sangat Tak Pantas Bagi Seorang Presiden
Dunia
Pandemi Virus Corona

Istilah 'Kung Flu' sendiri muncul saat Donald Trump menghadiri kampanye pilpres di Tulsa, Oklahoma, di mana ia kembali membuat komentar tentang pandemi COVID-19.

WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengkritik Presiden AS Donald Trump karena menyebut virus corona (COVID-19) dengan istilah "Kung Flu". Menurut Obama, pernyataan semacam itu sama sekali tidak pantas keluar dari mulut seorang Presiden.

Kritik itu diutarakan Obama saat menghadiri acara penggalangan dana dengan undangan khusus untuk calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, pekan lalu. "Saya tidak ingin negara tempat presiden AS secara aktif berusaha mempromosikan sentimen anti-Asia dan menganggapnya lucu," tutur sang mantan Presiden.


"Saya tidak menginginkan hal itu. Sampai sekarang ucapan (Kung Flu) itu masih tetap membuat saya kesal," lanjut Obama, dilansir dari New York Times.

Istilah "Kung Flu" sendiri muncul saat Trump menghadiri kampanye pilpres di Tulsa, Oklahoma, di mana ia kembali membuat komentar tentang pandemi COVID-19. Pada momen tersebut, Presiden 74 tahun itu menyebut virus corona dengan istilah "Kung Flu". Trump mengatakan, virus corona adalah penyakit yang memiliki banyak nama dalam sejarah.

"Saya bisa beri nama Kung Flu. Saya dapat memberi 19 versi nama yang berbeda. Banyak yang menyebutnya virus, banyak menyebutnya flu, apa bedanya?" kata Trump. Sebelumnya Trump sempat menuai kritik karena menyebut virus corona dengan istilah "virus China".

Pemerintah Tiongkok sendiri tak mau tinggal diam. Menanggapi olokan dari Trump tersebut, Beijing menegaskan bahwa komunitas internasional telah menentang istilah atau sebutan demikian yang bertujuan menyudutkan pihak-pihak tertentu.

"WHO dan komunitas internasional secara tegas menentang untuk menghubungkan virus dengan negara dan wilayah tertentu serta stigmatisasi. Tiongkok dengan tegas menentang pernyataan apa pun yang menggunakan isu asal virus untuk menstigmatisasi orang lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian.

Pemerintah AS memang selalu menyalahkan Tiongkok selama pandemi COVID-19. Menlu AS, Mike Pompeo, sempat menyerukan penyelidikan asal-usul virus corona yang diduga bocor dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. AS juga menuding Negeri Tirai Bambu tidak transparan dan sengaja menyembunyikan informasi tentang virus tersebut pada negara lainnya, sehingga pandemi corona tak bisa langsung diatasi.

Bahkan pada bulan lalu, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat keluar dari WHO karena ia berpandangan organisasi kesehatan dunia itu tidak cukup agresif dalam menghukum Tiongkok karena menyesatkan informasi tentang virus corona.

Sementara Tiongkok sendiri selalu membantah tudingan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, menegaskan bahwa WHO telah melakukan penyelidikan dan menyatakan tidak ada bukti nyata yang mengindikasikan bahwa COVID-19 dibuat di negeri Tirai Bambu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts