Usai Menkes Terawan, Kini Tiongkok Juga Unggulkan Obat Herbal Tangani Corona
iStock Photo
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Tiongkok mengklaim penggunaan obat herbal dapat membantu mengendalikan wabah virus Corona sampai 92 persen. Alhasil kekinian permintaan terhadap obat herbal pun meningkat pesat.

WowKeren - Dalam webinarnya kemarin, Selasa (30/6), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengajak masyarakat untuk melirik obat tradisional modern asli Indonesia (OMAI) dalam mengatasi Corona. Namun tentu saja obat herbal ini bukan untuk melawan virus Corona melainkan meningkatkan daya tahan tubuh individu yang mengonsumsinya.

Namun rupanya pesona obat tradisional atau obat herbal ini tak hanya sedang gencar dipromosikan di Indonesia. Sebab belum lama ini pemerintah Tiongkok juga tengah menggencarkan promosi penggunaan obat herbal tradisional di negara tersebut demi melawan COVID-19.


Sebuah dokumen yang dirilis baru-baru ini oleh pemerintah Tiongkok mengklaim bahwa obat tradisional ini membantu menangani 92 persen kasus COVID-19 di seluruh negeri. Bahkan otoritas Beijing mengatakan enam obat tradisional Tiongkok bisa berfungsi sebagai perawatan virus Corona.

Lantas obat apa sajakah yang masuk dalam daftar ini? Dilansir dari Medical Daily, ada satu obat herbal bertajuk "Jinhua Qinggan" yang sejatinya dibuat untuk memerangi wabah H1N1 alias flu babi pada 2009 lalu.

Sebagai informasi, Jinhua Qinggan terdiri atas 12 komponen, termasuk diantaranya honeysuckle, mint, dan liquorice. Selain itu ada pula obat herbal bernama Lianhua Qingwen yang dianggap bisa membantu memerangi COVID-19.

"Kami bersedia berbagi pengalaman dan 'solusi Tiongkok' dalam mengobati COVID-19," kata Kepala Administrasi Pengobatan Tradisional Tiongkok, dikutip pada Rabu (1/7). "Dan agar negara lain mengenal pengobatan Tiongkok dan memahami dan menggunakan obat Tiongkok."

Bahkan kekinian permintaan terhadap obat herbal Tiongkok ini juga semakin meningkat, termasuk dari dalam negeri. Pasalnya saat ini Tiongkok, terutama di Beijing, tengah berperang melawan gelombang kedua wabah COVID-19 yang konon virus penyebabnya lebih ganas daripada jenis di Wuhan.

Selain di dalam negeri, permintaan terhadap obat herbal Tiongkok ini juga meningkat dari dunia internasional. Beberapa waktu lalu Indonesia pun sempat mengimpor obat-obatan herbal tersebut meski kemudian menjadi pro dan kontra karena tak ada keterangan detail mengenai komposisinya.

Hal yang sama juga disoroti oleh para ahli kesehatan, termasuk pula dari segi keamanan obat-obatan herbal tradisional tersebut. Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat bahkan mengatakan bahwa tak terlihat efektivitas obat Tiongkok pada pasien COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts