Dishub DKI Ungkap Ada 89 Ribu Warga Datangi 32 Lokasi CFD Minggu Lalu
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat ada 89.587 pengunjung di 32 titik lokasi car free day (CFD) pada Minggu (28/6) lalu. Dari jumlah tersebut, 52.353 orang adalah pesepeda dan 37.234 orang pejalan kaki.

WowKeren - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkap ada puluhan ribu orang mengunjungi 32 lokasi car free day (CFD) di Jakarta pada Minggu (28/6) kemarin. "Total pengunjung 89.587 di 32 titik," kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota, Selasa (30/6).

Dari total tersebut, jumlah peseda tercatat 52.353 orang dan pejalan kaki 37.234. Pengunjung CFD terpantau paling banyak berada di wilayah Jakarta Timur dengan jumlah pengunjung 36.916 orang.


Syafrin menyebut 32 lokasi tersebut sedianya disediakan khusus bagi pesepeda sebagai pengganti CFD di kawasan Sudirman-Thamrin. Namun pejalan kaki tetap diizinkan berkegiatan di lokasi tersebut. "Prinsipnya, penggunaan kawasan khusus pesepeda itu, tujuannya adalah agar warga yang berada di sana itu tidak kongko, berhenti, kemudian menimbulkan kerumunan," ujarnya.

Syafrin mengatakan dari hasil pemantauan pada pelaksanaan CFD kemarin, pihaknya masih menemukan sejumlah pelanggaran. Misalnya, masih ada warga yang tidak mengenakan masker.

Ia mengaku jika pihaknya telah menegur masyarakat yang tak menggunakan masker. Sementara, warga yang benar-benar tidak membawa masker pihaknya memberi sanksi berupa kerja sosial ataupun denda sebesar Rp 250 ribu.

Selain itu, masih ada warga yang membawa anak-anak dan lansia untuk beraktivitas di beberapa kawasan yang menjadi lokasi pengganti CFD itu. "Dari hasil evaluasi, ternyata memang kawasan itu berada di lingkungan rumahnya. Jadi artinya mereka malah senang ini dibuka," paparnya. "Tentu kami mengimbau mereka selama tidak melaksanakan tidak jauh dari rumahnya silakan saja."

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani turut menyoroti pelaksanaan CFD yang digelar pada Minggu (28/6) lalu. Zita meminta agar Pemprov DKI menghitung jumlah keramaian yang ditimbulkan dari 32 titik CFD di Jakarta.

Dari hasil penghitungan tersebut, Pemprov DKI pun disarankan untuk melakukan swab test terhadap masyarakat sesuai dengan rasio yang telah ditetapkan oleh Orginasi Kesehatan Dunia (WHO). "Saran saya tetap lakukan testing dan kluster sesuai dengan rasio jumlahnya. Jadi misalnya total keramaian berapa?" ujar Zita, Minggu (28/6). "Lakukan rasionya berapa dan dilakukan di beberapa titik yang merupakan zona merah atau yang berpotensi COVID-nya tinggi."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts