Soroti Masalah PPDB 2020, Hotman Paris Ikut Sentil Kebijakan 'Aneh' Nadiem Makarim
Instagram
Selebriti

Hotman Paris ikut mengkritisi soal kebijakan masalah PPDB 2020 yang dikeluarkan oleh Nadiem Makarim selaku Mendikbud. Hotman menyebut kebijakan tersebut tidak logis.

WowKeren - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, menyentil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim terkait Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 yang banyak mendapat protes. Hotman 'menyentil' Nadiem Makarim terkait dengan kriteria usia dalam PPDB di DKI Jakarta.

Bahkan Hotman juga sempat mempertanyakan kebijakan yang menurutnya aneh tersebut. Bagi Hotman, kebijakan tersebut tidak masuk akal bahkan malah menyusahkan orang tua murid. Melalui sebuah unggahan di Instagram yang berupa video, Hotman Paris sempat menyampaikan keresahannya ini pada Nadiem Makarim.


Mulanya Hotman menyebutkan bila Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merupakan seorang yang datang dari keluarga terpandang berkat kepintarannya. Bahkan Hotman Paris juga menyebutkan bahwa sang ayah dari Nadiem, Nono Anwar Makariem merupakan kawan dari Hotman dan sempat bekerja dalam perusahaan yang sama dengannya selama 20 tahun lamanya.

"Halo Nadiem Makariem pak menteri, Anda adalah dari keluarga yang sangat pintar, bapaknya Nadiem Makarim adalah Doktor Nono Anwar Makariem lulusan Harvard Law school yang dulu satu kantor dengan Hotman Paris selama 20 tahun memimpin kantor pengacara internasional Makariem & Taira S," ujar Hotman Paris dalam unggahannya, Selasa (30/6).

Lebih lanjut, Hotman Paris juga memuji Nadiem dan ayahnya yang merupakan orang-orang hebat dengan berbagai pemikirannya. Namun, kali ini Hotman malah kecewa dengan kebijakan yang dibuat Nadiem.

"Bapak dan anak adalah orang orang hebat, tapi saya agak sedikit bingung belakangan ini mendengar isak tangis dari para orang tua," sambungnya.

Hotman tak memungkiri bahwa dirinya sedikit merasa kebingungan dengan kebijakan Nadiem perihal proses seleksi PPDB yang memprioritaskan kriteria usia peserta didik. Menurutnya, kebijakan itu tidak logis lantaran setiap siswa memiliki kesempatan yang sama.

"Tapi saya agak sedikit bingung belakangan ini mendengar isak tangis dari para orang tua. Di mana logikanya, untuk masuk sekolah harus disyaratkan faktor usia," ujarnya. "Apa karena beda umur 2 bulan, 3 bulan atau satu tahun, orang tidak bisa masuk sekolah."

Oleh karena itu, ayah tiga anak ini pun meminta Nadiem Makarim untuk meninjau lebih lanjut kebijakan yang telah ditetapkannya agar tidak membebani orang tua dan peserta didik. "Tolong dipikirkan lagi ya, aku tahu Nadiem Makariem orang hebat yang sudah aku kenal sejak kecil, salam Hotman Paris," pungkasnya.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts