Pelaku Pembakar Mobil Via Vallen Ternyata Mabuk Saat Beraksi, Polisi Beber Kejanggalan Mengejutkan
Instagram/viavallen
Selebriti
Pembakaran Mobil Via Vallen

Pihak kepolisian mengungkap informasi terbaru tentang pelaku pembakar mobil Via Vallen yang bernama Pije. Mereka juga membahas tentang dugaan gangguan jiwa yang diderita Pije.

WowKeren - Pelaku yang membakar mobil Via Vallen masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Sebelumnya telah terungkap identitas sang pelaku yang ternyata membawa beberapa barang klenik, diantaranya ada jenglot dan bambu kuning yang identik dengan praktik perdukunan. Bukan hanya itu, sang pelaku rupanya adalah fans berat Via yang sakit hati.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan pengakuan pelaku pembakar mobil Via yang bernama Pije tersebut memang sulit dicerna. Pihak kepolisian pun pelan-pelan mengorek informasi dari pelaku pembakar mobil tersebut.


Diungkap juga Pije sempat menulis kalimat ancaman untuk Via sebelum aksi membakar mobil tersebut. "Kibus Ada, Ada gk ksh hak ku, Pije Persa 97, Pije 97, mati kalian bang", bunyi tulisan Pije di tembok sekitar rumah Via.

Pihak kepolisian mengungkap Pije menulis kalimat ancaman tersebut dalam keadaan mabuk. "Saya tanyakan ke dia (artinya), karena saya nggak bisa mengartikan. (Dia bilang) 'Saya nulis pas saya mabuk, nggak sadar,'" kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji pada Kamis (2/7) seperti dilansir dari DetikHOT.

Selain itu Pije pun diduga mengalami gangguan jiwa. Pasalnya setiap kali memberi jawaban, Pije melantur. Namun pihak kepolisian meragukan hal tersebut karena cara Pije membakar mobil Via nampak terlatih. Walau sekarang Pije sudah bisa diinterogasi, polisi tetap akan memanggil psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

"Dia (ngakunya) mabuk, minum-minuman keras dan akhirnya dia punya niat itu (bakar mobil Via Vallen)," kata Sumardji. "Itu kita harus datang ke psikiater. Kadang nyambung, nanti kita bicara panjang lebar, ntar ngomongnya lain lagi. Maksudnya kadang-kadang gitu (ngelantur). Kayak ada pengaruh, halusinasi gitu."

Sumardji mengungkap kondisi Pije saat ini jauh lebih tenang. Namun pihak kepolisian memang belum bisa memastikan Pije mengidap gangguan jiwa atau tidak.

"Sudah lebih tenanglah ya (kondisinya)," ungkap Sumardji. "Sekarang belum bisa kita simpulkan gila atau tidak. Tapi, kami akan ajukan datangkan psikiatri."

Sementara itu pihak kepolisian masih menelusuri motif Pije membawa barang klenik seperti jenglot dan bambu kuning. "Itulah yang harus kita dalami. Untuk apa barang-barang itu dibawa," ucap Sumardji.

Alat-alat perdukunan yang dibawa Pije tersebut diduga untuk mengguna-guna pelatun lagu "Sayang" itu. Namun Sumardji ternyata tak mendapat jawaban tersebut dari Pije.

Saat olah TKP, Pije pun dihadirkan. Kehadiran Pije membuat adik Via, Mella Rossa dan keluarga menjadi emosi. "Jenglotnya itu bikinan dia sendiri. Kalau bambunya kata yang bersangkutan, 'Mungkin ada yang minat akan saya jual.'" jelas Sumardji.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts