Tak Hanya Indonesia, Toko di Jepang Juga Terapkan Kantong Plastik Berbayar
Pixabay
Dunia

Sejumlah toko retail hingga toko serba ada memutuskan untuk mengenakan biaya bagi pelanggan yang ingin menggunakan kantong plastik. Hal ini dilakukan untuk menekan konsumsi plastik di masyarakat.

WowKeren - Indonesia telah menerapkan aturan kantong plastik berbayar. Hal ini dilakukan demi mengontrol sampah plastik yang dihasilkan masyarakat agar tak mencemari bumi.

Namun perlu diketahui, kebijakan ini rupanya tak hanya berlaku di Indonesia saja. Seperti yang terjadi di toko retail Jepang yang mulai mengenakan biaya untuk penggunaan kantong plastik.

Dikutip dari AFP, toko-toko termasuk toko serba ada memutuskan untuk mengenakan biaya bagi pelanggan yang ingin menggunakan kantong plastik. Mereka akan dikenakan biaya sebesar 3 Yen atau sekitar Rp 400.

Aturan baru itu tampaknya memberikan dampak positif bagi penduduk Jepang. Setiap pembeli memastikan dia akan membawa tas sendiri jika hendak berbelanja.

"Ada banyak masalah sekarang, seperti lingkungan dan pemanasan global. Masing-masing dari kita perlu lebih sadar akan masalah ini, dan itulah sebabnya saya membawa tas belanja sendiri," ujar salah seorang pembeli, Yoshimi Soeda (66) dilansir AFP, Kamis (2/7). "Aku khawatir, aku ingin kantong plastik dan wadah makanan diubah menjadi sesuatu yang lebih ramah lingkungan, meskipun itu tak mudah."


Para wisatawan sering terkejut dengan jumlah penggunaan plastik di Jepang. Bahkan pada transaksi paling mendasar seperti membungkus pisang dengan plastik.

Jepang diketahui menghasilkan lebih banyak limbah plastik per kapita. Berdasarkan data PBB, Jepang menjadi negara dengan pengguna plastik terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan kritikan dari pegiat lingkungan yang menilai Tokyo lambat dalam mengurangi konsumsi plastik.

Dengan langkah tersebut Jepang berkomitmen untuk "menekan penggunaan plastik yang berlebihan dan berfikir tentang cara menggunakannya dengan bijak," demikian isi kebijakan baru itu. Mengenakan biaya nasional "bertujuan mendorong orang untuk berfikir dua kali jika kantong plastik benar-benar diperlukan dan membantu orang untuk memperbaiki gaya hidup mereka," kata pemerintah Jepang.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Jepang berjanji untuk mengurangi 9,4 juta ton sampah plastik per tahun pada tahun 2030. Pemerintah Jepang mengatakan lebih dari 80 persen limbah plastiknya bisa didaur ulang.

Namun, banyak dari proses daur ulang tersebut hanya melibatkan pembakaran plastik. Di mana akan menghasilkan karbon dioksida dan berkontribusi terhadap perubahan iklim. Berdasarkan data pemerintah, kantong plastik menyumbang dua persen dari total penggunaan sampah plastik.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts