Facebook Akhirnya Ikut 'Lawan Rasisme' Usai Diboikot Ratusan Pengiklan
Dunia

Facebook kehilangan lebih dari 400 iklan lantaran dianggap tidak banyak melakukan aksi untuk melawan rasisme dan juga pidato kebencian yang ada di platform mereka.

WowKeren - Facebook akhirnya melakukan langkah nyata untuk melawan rasisme dengan cara menghapus konten berisi kebencian. Langkah ini dilakukan setelah platform media sosial tersebut diboikot oleh ratusan pengiklan.

Sebelumnya, Facebook dianggap tidak banyak melakukan aksi untuk melawan rasisme dan juga pidato kebencian yang ada di platform mereka. Facebook diketahui tidak menghapus unggahan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menembak para demonstran anti-rasisme. Selain itu, laman tersebut juga terus menjadi tempat penyebaran informasi yang tidak akurat.

Lebih dari 400 merek lenyap dari iklan Facebook pada Rabu (1/7). Atas gerakan itu, perusahan tersebut mulai frustrasi dalam melakukan pembicaraan untuk menghentikan boikot atas ujaran kebencian di situs tersebut.

VP Global Affairs and Communications Facebook, Nick Clegg, mengatakan ada lebih dari 100 miliar pesan terkirim di dalam layanan Facebook setiap harinya. Di antara miliaran interaksi tersebut, sebagian kecil merupakan konten yang memiliki ujaran kebencian.

"Ketika kami menemukan postingan yang penuh kebencian di Facebook dan Instagram, kami mengambil pendekatan tanpa toleransi dan menghapusnya," kata Nick.


Dia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap konten kebencian yang diunggah di Facebook. Hanya saja, Nick mengakui bukan berarti tidak ada insiden sama sekali terkait upaya pengguna Facebook mengunggah konten kebencian.

"Dengan begitu banyak konten yang diposting setiap hari, membasmi kebencian itu seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Kami menginvestasikan miliaran dolar setiap tahun pada orang dan teknologi untuk menjaga platform kami agar tetap aman," ungkap Nick menambahkan.

"Kami membuat kemajuan nyata. Laporan Komisi Eropa baru-baru ini menemukan bahwa Facebook memproses 95,7 persen laporan ujaran kebencian dalam waktu kurang dari 24 jam, lebih cepat dari YouTube dan Twitter," tuturnya menambahkan.

Sebagai informasi tambahan, kelompok-kelompok hak-hak sipil AS seperti Anti-Defamation League, NAACP, dan Color of Change memulai kampanye Stop Hate for Profit setelah kematian Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal di bawah cekikan leher polisi kulit putih bulan lalu.

Kelompok-kelompok tersebut menguraikan 10 tuntutan untuk Facebook. Tuntutan itu termasuk mengizinkan orang-orang yang mengalami pelecehan parah untuk berbicara dengan karyawan Facebook dan memberikan pengembalian uang kepada merek yang iklannya muncul di samping konten ofensif yang kemudian dihapus.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts