Bikin Nangis, Balita Ini Berusaha Bangunkan Ibunya yang Sudah Meninggal Diduga Kelaparan
Twitter/sanjuydv
Dunia

Seorang balita laki-laki mendadak viral karena aksi mengharukannya saat berusaha membangunkan sang ibu yang diduga telah meninggal. Video viral ini turut mendapat perhatian banyak pihak.

WowKeren - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kejadian mengharukan yang melibatkan seorang anak dengan ibunya. Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang balita yang berusaha membangunkan ibunya yang telah meninggal di sebuah peron kereta api di Muzaffarpur, Pakistan.

Menurut laporan media setempat, yang mengutip pernyataan keluarga, wanita bernama Arbina Khatoon itu meninggal karena kelaparan dan dehidrasi. Ia sendiri merupakan pekerja migran yang terdampak karantina wilayah atau lockdown. Namun, ada pula pernyataan dari polisi setempat yang mengatakan bahwa Arbina meninggal karena sakit.


Sontak saja video tersebut langsung viral dan sukses buat warganet sedih. Video yang sempat dibagikan oleh Politikus India, Sanjay Yadav di akun twitternya @sanjuydv tersebut, memperlihatkan seorang balita yang berusaha membangunkan ibunya yang terbalut selimut.

Lantaran usianya yang masih kecil, sang balita mungkin tak mengetahui bahwa sang ibu telah meninggal. Terlihat tampak panik, balita itu terus saja berusaha masuk ke dalam selimut sang ibu, kemudian keluar dan masuk lagi.

Twitter

Menurut keterangan saksi mata, balita itu melakukan aksi membangunkan ibunya selama 5 menit. Aksi yang dilakukan balita tersebut berhenti sampai salah satu petugas medis yang menangani jenazah itu menghentikannya.

Tak butuh waktu lama, video yang berdurasi 14 detik itu langsung mendapat banyak respons dari warganet Twitter. "Anak kecil itu tidak tahu bahwa selimut yang ia mainkan adalah kain untuk menutup jenazah seorang ibu yang tertidur selamanya," tulis Yadav pada unggahannya.

Yadav mengatakan bahwa Ibu tersebut meninggal karena lapar dan haus saat dalam perjalanan di kereta api selama 4 hari. "Siapa yang bertanggung jawab atas kematian beliau? Pertanyaan yang kuat harus ditanyakan kepada oposisi atau tidak?," sambungnya.

Wanita malang ini diketahui adalah satu di antara sembilan pekerja migran yang meninggal di dalam kereta dalam beberapa hari terakhir. Mereka meninggal saat melakukan perjalanan untuk kembali ke rumah mereka.

Rombongan yang bepergian bersama Arbina mengklaim bahwa ia meninggal karena kekurangan makanan dan air selama perjalanan dari negara bagian Gujarat barat, yang berjarak sekitar 1.800 km jauhnya. Sungguh miris saat mengetahui kenyataan tersebut.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts