Cuek Soal Corona, Trump Bakal Undang 7.500 Orang ke Pesta Kembang Api
AP/Alex Brandon
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke Monumen Nasional Gunung Rushmore, South Dakota, untuk menghadiri pesta kembang api pada 4 Juli 2020. Trump berencana mengundang sekitar 7.500 ke pesta tersebut.

WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di dunia terus bertambah. Bahkan hingga saat ini, sudah ada lebih dari 11 juta orang yang dinyatakan positif.

Di Amerika Serikat (AS) sendiri jumlah kasus positif corona telah mencapai angka lebih dari 2,8 juta orang. Dengan kasus kematian sebanyak 132.101.


Di tengah ancaman "tsunami" COVID-19, Presiden AS Donald Trump justru dijadwalkan berkunjung ke Monumen Nasional Gunung Rushmore, South Dakota, untuk menghadiri pesta kembang api perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli. Alih-alih menjaga jarak, Trump berencana mengundang sekitar 7.500 orang ke pesta kembang api tersebut.

Pesta kembang api itu digelar tanpa protokol kesehatan seperti aturan menjaga jarak yang jelas. "Kita akan menjalani malam yang luar biasa. Ini akan menjadi pertunjukan kembang api yang tak pernah dilihat banyak orang sebelumnya," kata Trump di Washington, Kamis (2/7). "Ini akan menjadi perayaan yang sangat menarik."

South Dakota sendiri diketahui menjadi salah satu wilayah favorit Trump lantaran ia berhasil meraup 60 persen suara di negara bagian tersebut dalam pemilihan presiden 2016 lalu. Monumen Nasional Gunung Rushmore merupakan sebuah gunung batu yang diukir menjadi patung berbentuk wajah empat presiden AS yakni George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt, dan Abraham Lincoln.

Trump telah lama menyatakan ketertarikannya pada monumen yang dipahat dari 1927-1941 itu. Pada 2017 lalu, Trump bahkan sempat bergurau bahwa suatu hari nanti wajahnya juga akan terukir di gunung tersebut bersama keempat pendahulunya.

Sementara itu, Gubernur South Dakota Kristi Noem menegaskan kepada seluruh warganya untuk tetap waspada di tengah perayaan 4th of July. "Kami tetap memberitahu warga yang cemas bahwa mereka tetap bisa tinggal di rumah," ucap Noem kepada Fox News dilansir AFP.

"Kita akan menyiapkan masker gratis bagi mereka yang ingin datang dan bergabung dengan kami di Gunung Rushmore, jika mereka memilih untuk mengenakannya," imbuhnya. "Tapi kami tidak akan memberlakukan menjaga jarak."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts