Dihasilkan Pakai Cara 'Abusive', Inggris Boikot Produk Kelapa Thailand
Dunia

PETA mengatakan jika pihaknya telah menemukan delapan pertanian di Thailand, di mana monyet dipaksa untuk mengambil kelapa untuk diekspor hingga 1.000 butir per hari.

WowKeren - Sejumlah supermarket di Inggris menarik kembali produk olahan asal kelapa dari Thailand seperti air kelapa, santan, dan minyak. Langkah itu dilakukan usai diketahui jika produk tersebut dibuat dari buah yang dipetik monyet.

Monyet-monyet ditangkap dari alam liar dan dilatih untuk mengambil 1.000 butir kelapa sehari. People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) mengatakan jika monyet ekor kuda di Thailand diperlakukan seperti mesin pemetik kelapa.


Menindaklanjuti hal ini sejumlah swalayan seperti Waitrose, Ocado, Co-op dan Boots bersumpah berhenti menjual produk tersebut. Waitrose mengatakan jika langkah tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan hewan.

"Sebagai bagian dari kebijakan kesejahteraan hewan kami, kami telah berkomitmen untuk tidak pernah secara sadar menjual produk apa pun yang bersumber dari tenaga kerja monyet," kata Waitrose seperti dilansir BBC News, Sabtu (4/7).

Senada, Co-op juga mengecam penggunaan tenaga kerja hewan untuk menghasilkan produk agar dijual. "Sebagai peritel, kami tidak mengizinkan penggunaan tenaga kerja kera untuk mencari bahan baku produk kami," tegas Co-op.

PETA mengatakan jika pihaknya telah menemukan delapan pertanian di Thailand, di mana monyet dipaksa untuk mengambil kelapa untuk diekspor. Monyet jantan mampu mengambil hingga 1.000 kelapa sehari. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding batas kemampuan manusia yang hanya mampu mengambil 80 butir kelapa per hari.

Tak cukup sampai di situ, PETA juga mengatakan jika di sana juga ada "sekolah monyet", di mana hewan dilatih untuk memetik buah, serta naik sepeda atau bermain basket untuk hiburan wisatawan.

"Hewan-hewan yang ada di tempat ini, banyak dari mereka ditangkap secara ilegal ketika masih bayi," jelas PETA. "Menunjukkan perilaku yang menunjukkan mereka mengalami stres ekstrem."

PETA menyebut ada seekor monyet dalam kandang terlihat panik mengguncang jeruji kandang. Lalu monyet lainnya ada yang berteriak-teriak di atas tali dengan putus asa dan berusaha lari dari seorang pawang.

"PETA menyerukan kepada orang-orang baik untuk tidak mendukung penggunaan tenaga kerja kera," kata mereka. "Dengan menghindari produk kelapa dari Thailand."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts