Separuh Masalah Corona di RI Disebut Akan Selesai Jika Jatim Tertangani
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Jawa Timur.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kini menaruh perhatian besar terhadap penanganan COVID-19 di Jawa Timur. Pasalnya, Jatim menjadi provinsi dengan angka kasus positif corona tertinggi di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy lantas menilai bahwa separuh masalah COVID-19 di Tanah Air bisa selesai jika Jatim tertangani dengan baik. Oleh sebab itu, pemerintah pusat disebut tengah menunjukkan kesungguhannya dalam menangani COVID-19 di Jatim.


"Kita ini menunjukkan kesungguhan pemerintah pusat, baik dari pemerintah maupun legislatif, untuk menangani COVID-19 di Jatim," terang Muhadjir di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, pada Minggu (5/7). "Karena kalau Jatim tertangani dengan baik, kira-kira 50 persen urusan COVID-19 bisa selesai."

Hal ini jugalah yang membuat Effendy turun langsung ke Jatim bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Pangkogabwilhan II) Marsda TNI Imran Baidirus. Adapun kunjungan kali ini disebut Muhadjir telah menghasilkan setidaknya dua poin penting.

"Kemudian yang akan kita beri penekanan dua; pertama mengintensifkan fasilitas pelayanan kesehatan," jelas Muhadjir. "Tujuannya adalah untuk menekan angka fatalitas."

Terkait fasilitas kesehatan ini, BNPB sendiri telah meninjau salah satu hotel di Surabaya yang akan digunakan sebagai rumah singgah para tenaga kesehatan. Hal ini diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi para tenaga kesehatan yang kini berada di garis depan dalam perang melawan pandemi corona.

"Ketua BNPB meninjau hotel, rencana insyaallah kami jadikan tempat istirahat tenaga kesehatan," tutur Muhadjir. "Biar lebih nyaman dalam melaksanakan tugas, biar lebih fokus, lebih segar."

Kemudian poin kedua adalah memaksimalkan tes corona lewat metode tes swab polymerase chain reaction (PCR). Untuk melakukan hal itu, pihaknya pun melakukan rapat virtual dengan 58 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jatim.

"Kedua memperluas testing. Kami undang semua perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki kemampuan baik SDM maupun laboratorium, yang bisa dikonversi untuk uji spesimen," pungkas Muhadjir. "Kita intensifkan, untuk fasilitas bisa diberi dukungan PCR kit dan reagen ekstraksinya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts