WHO Klaim Sejumlah Negara Masih Abaikan Penyebaran Pandemi Corona dan Lebih Pentingkan Ekonomi
Health

WHO mengklaim banyak negara mengabaikan penyebaran virus corona dan lebih mementingkan ekonomi. Padahal secara data, belakangan ini kasus infeksi virus corona dan kematiannya terus meningkat.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara yang dilanda wabah virus corona (COVID-19) untuk serius dalam mengatasi masalah pandemi tersebut. Desakan mereka sampaikan karena menurut penilaian WHO, sekarang ini banyak negara mengabaikan penyebaran virus corona dan lebih mementingkan ekonomi.

Padahal secara data, belakangan ini kasus infeksi virus corona dan kematiannya terus meningkat. "Terlalu banyak negara mengabaikan data. Orang perlu bangun. Data tidak bohong, situasi di lapangan tidak bohong," kata direktur kedaruratan WHO, Michael Ryan.

Sejauh ini, Benua Amerika merupakan wilayah yang mengalami pukulan paling telak dengan sebagian besar kasus COVID-19. Bahkan Amerika Serikat mencatatkan kasus dan kematian paling tinggi di seluruh dunia. Belum lagi jumlah kasus dan kematian yang juga meroket di beberapa negara di Amerika Latin.


Ryan mengatakan bahwa WHO menyadari ada masalah ekonomi yang membayangi penyebaran virus corona. Oleh karena itu, demi mengurangi tekanan ekonomi, sejumlah negara mulai melonggarkan kebijakan yang telah mereka ambil demi menekan penyebaran virus corona, termasuk lockdown. Kendati demikian, Ryan mengimbau agar sejumlah negara tetap waspada dan jangan terburu melakukan pelonggaran lockdown.

"Ada alasan ekonomi yang bagus bahwa negara-negara perlu mengembalikan ekonomi mereka. Ini bisa dimengerti, tetapi mereka tidak bisa mengabaikan masalahnya. Masalah corona ini tidak akan hilang secara ajaib," kata Ryan menambahkan.

WHO sendiri saat ini mengupayakan inisiatif global mempercepat pengembangan dan produksi tes COVID-19, vaksin, dan perawatan lainnya. WHO menjelaskan rencana yang dibuat sekarang pada program yang dinamakan ACT (Access to Covid-19 Tools) Accelerator. Meski membutuhkan biaya besar, namun WHO berusaha agar kebutuhan vaksin COVID-19 dapat terpenuhi paling lambat awal tahun depan.

Di sisi lain, saat ini kasus COVID-19 telah menginfeksi hampir 11 juta penduduk di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, ada 524,879 korban jiwa yang dikonfirmasi. Sedangkan pasien sembuh mencapai angka 6,178,516 orang. Saat ini, ada 4,320,026 kasus aktif di seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts