Peserta UTBK 2020 yang Positif Corona Bisa Dinyatakan Gugur SBMPTN
Nasional
COVID-19 di Indonesia

LTMPT menyatakan peserta UTBK yang terindikasi bergejala COVID-19 dilarang mengikuti ujian. Kesempatan lolos ujian jalur SBMPTN pun bisa gugur apabila peserta dinyatakan positif terjangkit COVID- 19.

WowKeren - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 sudah memasuki hari kedua pada Senin (6/7). UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini pun dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan karena adanya pandemi corona.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan peserta UTBK yang terindikasi bergejala COVID-19 dilarang mengikuti ujian. Kesempatan lolos ujian jalur SBMPTN pun bisa gugur apabila peserta dinyatakan positif terjangkit COVID- 19.


Peserta yang bersuhu badan 37,5 derajat Celcius lebih atau rapid test-nya menunjukkan hasil reaktif tidak diperbolehkan ikut ujian. Ketentuan tersebut berdasarkan surat edaran terbaru 5 Juli 2020 Ketua Tim Pelaksana LTMPT Mohammad Nasih.

Peserta UTBK yang bergejala COVID-19 selanjutnya harus menjalani swab test secara mandiri. Apabila hasil tesnya negatif, maka peserta diizinkan untuk mengikuti tes gelombang kedua.

"Tetapi jika hasilnya positif, maka peserta tidak diperbolehkan ikut tes di tahap 1 maupun tahap 2," tutur Nasih dilansir Tempo. Panitia pusat lantas meminta agar panitia lokasi ujian melapor apabila menemui kejadian seperti itu.

Sementara itu, hari pertama UTBK 2020 pada Minggu (5/7) kemarin dilaporkan berjalan lancar. Beberapa panitia di lokasi ujian melaporkan tidak ada temuan yang mengkhawatirkan di hari pertama.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran, Dandi Supriadi, mengaku bahwa UTBK di kampusnya sejauh ini berjalan lancar. "Peserta yang sakit sudah minta pindah jadwal duluan," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh koordinator pelaksana UTBK di Institut Teknologi Bandung (ITB), Achmad Richliadi. "Pada sesi pagi semua peserta saat diperiksa suhunya di bawah persyaratan protokol yang ditetapkan," jelas Achmad.

Sebagai informasi, gelombang pertama UTBK SBMPTN 2020 berlangsung pada 5 hingga 14 Juli 2020. Gelombang kedua digelar pada 20 hingga 29 Juli 2020. Adapun pelaksanaan UTBK dibagi menjadi dua sesi per harinya.

Di sisi lain, pusat UTBK telah mengupayakan protokol kesehatan mulai dari pembersihan sampai pengaturan jarak. Tiap ruang ujian akan diisi maksimal 50 persen kapasitas peserta. Namun Nasih menyebut bahwa syarat tersebut dapat diperketat oleh masing-masing pusat UTBK.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts