Tak Peduli Kasus COVID-19 AS Terus Melonjak, Trump Kembali Gelar Kampanye Terbuka
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ini adalah kampanye kedua Trump yang digelar secara terbuka selama pandemi. Sebelumnya, Trump telah menuai kontroversi usai menggelar kampanye di Oklahoma pada 20 Juni lalu.

WowKeren - Presiden AS Donald Trump tetap akan menggelar kampanye pilpres secara terbuka di New Hampshire pada 11 Juli mendatang. Padahal, kasus penyebaran virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat sedang melonjak dan terus mengalami kenaikan.

Melalui pernyataan, tim kampanye Trump menuturkan kampanye bertajuk "Make America Great Again" itu akan digelar di Portsmouth, New Hampshire. Tim kampanye Trump mengklaim bahwa kampanye tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan bagi peserta yang hadir.


"Kami akan menyediakan banyak cairan pembersih tangan bagi peserta yang hadir, mereka juga akan diberi masker yang sangat dianjurkan untuk dikenakan selama acara," demikian bunyi pengumuman tim kampanyeTrump.

Ini adalah kampanye kedua Trump yang digelar secara terbuka selama pandemi COVID-19. Sebelumnya, Presiden berusia 74 tahun tersebut telah menuai kontroversi usai menggelar kampanye di Tusla, Oklahoma, pada 20 Juni lalu.

Kampanye tersebut mendapat kecaman karena mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona. Sejumlah pihak khawatir pengumpulan massa bisa meningkatkan risiko penularan virus corona yang terus mengalami kenaikan signifikan. Namun Presiden berusia 74 tahun itu bahkan tak menggubris masukan ahli kesehatan dan media Oklahoma soal protokol kesehatan semasa kampanye.

Trump sendiri menargetkan sekitar 60 ribu peserta dalam kampanye tersebut, di mana panitia kampanye tidak menerapkan aturan menjaga jarak sosial dan penggunaan masker sesuai protokol kesehatan WHO. Namun peserta yang datang tak lebih 19 ribu orang.

Sementara itu, hingga kini AS sendiri terus mengalami lonjakan kasus baru maupun kematian yang disebabkan oleh COVID-19. Berdasarkan statistik Worldometer.info per Senin (6/7), AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 2,9 juta kasus corona dengan 132.565 kematian.

Sedangkan secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 11,5 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 536 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 6,5 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 4,488,221 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts