Sony Putuskan Ubah Nama Usai 60 Tahun Lebih Beroperasi
Getty Images/MMassel
Dunia

Berkembang menjadi perusahaan multinasional, Sony yang didirikan pada tahun 1946 tak hanya bergerak di bidang elektronik namun juga merambah ke dunia hiburan, permainan, dan layanan keuangan.

WowKeren - Perusahaan konglomerat Jepang yang bergerak di berbagai bidang, Sony, memutuskan untuk mengubah nama mereka. Setelah 60 tahun berdiri, Sony sepakat untuk mengubah nama menjadi Sony Group.

Hal ini diputuskan dalam rapat pemegang saham tahunan akhir pekan lalu. Sebagian besar pemegang saham setuju untuk mengubah nama perusahaan dan akan berlaku mulai April 2021.


Sony didirikan pada tahun 1946 dan telah berkembang menjadi perusahaan multinasional. Tak hanya bergerak di bidang elektronik namun juga merambah ke dunia hiburan, permainan, dan layanan keuangan.

CEO Sony Yoshida Kenichiro mengatakan rebranding ini bertujuan untuk meningkatkan upaya mereka dalam memberikan layanan keuangan dan bisnis lainnya. Di samping itu, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan bisnis lain yang setara dengan produk elektronik Sony.

"Kami memutuskan untuk mengubah nama perusahaan menjadi Sony Group," kata Yoshida dilansir dari Gizchina, Senin (6/7). "Karena kami ingin memanfaatkan sepenuhnya keanekaragaman portofolio bisnis kami untuk mempromosikan pengembangan dan evolusi bisnis."

Sementara itu, nama asli Sony adalah Tokyo Telecommunications Industry Co., Ltd. Hingga kemudian pada tahun 1958 nama ini diubah menjadi Sony. Nama ini mewakili ambisi pendiri Shoda Morita untuk menciptakan merek global. Tak hanya memiliki bisnis hiburan musik terbesar di dunia, Sony memiliki bisnis konsol video game terbesar serta menjadi salah satu bisnis penerbitan video game terbesar.

Yoshida percaya bahwa perubahan yang akan datang akan membawa perusahaan ke tahap baru berikutnya. Selama beberapa waktu, investor dinilai cenderung menghindari membeli saham di perusahaan yang lini bisnisnya terlalu beragam. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok perusahaan elektronik Jepang telah mencoba untuk meninggalkan bisnis non-inti mereka.

Meski demikian, siapa sangka jika pandemi COVID-19 membuat orang menyadari bahwa model bisnis Sony yang beragam juga memiliki manfaat. Layanan berupa permainan, musik, dan bisnis hiburan lainnya dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang tidak meninggalkan rumah. Sehingga beralih ke bisnis semacam ini dinilai mampu mengimbangi kerugian pada penjualan produk elektronik.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts