Efek Samping Corona, 1 Dari 10 Pasien Kehilangan Indra Perasa Dan Penciuman Permanen
AFP/Enrique Ortiz
Health
Pandemi Virus Corona

Efek samping terinfeksi virus corona, peneliti ungkap satu dari sepuluh pasien COVID-19 kehilangan indra perasa dan penciuman mereka secara permanen. Begini penjelasannya.

WowKeren - Penelitian hingga temuan-temuan baru seputar virus corona (COVID-19) masih terus bermunculan. Kini yang terbaru, peneliti kembali mengungkapkan efek samping yang akan dialami pasien COVID-19.

Penelitian yang dipublikasikan dari JAMA Otolaryngology menemukan jika satu dari 10 pasien virus corona kehilangan indra perasa dan penciuman. Gangguan pada kedua indra ini dikenal sebagai anosmia yang termasuk dalam gejala resmi COVID-19.

Pada awalnya, peneliti hanya mengungkapkan jika pasien virus corona hanya akan mengalami gangguan indra perasa dan penciuman. Namun dalam penelitian terbaru, gangguan tersebut berpotensi menjadi permanen bagi penyintas COVID-19.

Penelitian ini melibatkan 187 warga Italia yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona, namun tidak dirawat di rumah sakit. Peserta kemudian diminta untuk menilai perkembangan kemampuan indra penciuman dan perasa mereka sendiri sejak pertama dinyatakan positif corona.


Dari 187 orang tersebut, sebanyak 113 pasien melaporkan adanya perubahan serius terkait indra penciuman dan perasa mereka saat mengidap virus corona. Sebanyak 55 orang di antaranya dilaporkan pulih dari gejala corona.

Sementara 46 orang lainnya mengatakan kemampuan indra pencium dan perasa mereka jauh membaik sejak pertama kali dinyatakan positif COVID-19. Kemudian 12 orang lainnya masih mengalami gangguan indra perasa dan penciuman bahkan semakin parah. Mereka yang melaporkan gejala parah mengatakan perlu waktu lebih lama untuk pulih kembali.

Seorang Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Emory, Dr Joshua Levy memberikan peringatan jika ribuan pasien virus corona yang pulih dapat menghadapi kehilangan kemampuan untuk mencium atau merasakan sesuatu dalam jangka panjang. Joshua menjelaskan terkait adanya intervensi yang sangat rendah untuk pasien yang mengalami anosmia.

”Banyak pasien corona yang mungkin untuk pengobatan gejalanya tidak terselesaikan,” kata Joshua seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (6/7). “Mereka yang belum pulih harus mempertimbangkan untuk menjalani pelatihan penciuman demi melatih kembali kemampuan penciuman mereka. Diyakini beberapa orang mengidap anosmia sebagai gejala virus corona karena virus tersebut telah merusak saraf yang mempengaruhi indra penciuman.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts