Viral Aksi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Buang Ratusan Skripsi Bikin Netizen Nangis
Nasional

Netizen dibuat menangis kala melihat video viral aksi pembuangan ratusan skripsi yang terjadi di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau. Terkait hal ini, pihak kampus mengaku telah memberhentikan petugas perpustakaan tersebut.

WowKeren - Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video yang merekam aksi pembuangan ratusan skripsi di sebuah halaman kampus. Kejadian buang skripsi dalam video ini diklaim berada di halaman kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, Riau.

Video viral tersebut tersebar luas di media sosial usai diunggah oleh beberapa akun, salah satunya adalah akun Instagram @boneterkini. Dalam rekaman tersebut, terlihat tumpukan skripsi berwarna-warni dibuang lewat jendela kampus oleh seorang petugas dari lantai dua.


"Pejuang skripsi harap bersabar," tulis akun @boneterkini, Sabtu (4/7).

Seseorang yang sudah berjaga-jaga di halaman kampus tampak memunguti tumpukan skripsi tersebut dan memasukkannya ke dalam karung. Video tersebut langsung menyedot perhatian para pengguna Instagram. Warganet pun memberikan beragam reaksi di kolom komentar. Ada yang merasa sedih, kecewa, dan juga tertawa pahit melihatnya.

"Nangis lihatnya tdk menghargai usaha kita membuat skripsi bolak balik ke kampus hanya untuk ACC dan ttd dosen," kata seorang netter. "Hahaha ku menangis betulan ini," imbuh @andi***. "Teriris iris hati lihat ini," sambung lainnya.

Terkait hal ini, rektor Unilak Junaidi pun angkat bicara. Ia meminta maaf kepada seluruh mahasiswa atas insiden tersebut. Ia mengaku tumpukan skripsi tersebut telah rusak dan akan dipindahkan ke tempat baru.

"Itu kelalaian staf. Kita mohon maaf kepada semuanya," kata Junaidi dilansir dari Kumparan, Senin (6/7).

Ia mengatakan, seharusnya staf berencana memindahkan skripsi ke sebuah tempat yang sudah disiapkan kampus. Namun, Junadi mengaku cara yang dilakukan stafnya dengan melempar skripsi itu merupakan perbuatan yang salah. Ia mengklaim telah menindak tegas staf yang dimaksud.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, Kepala Pustaka Unilak telah diberhentikan," tegasnya.

Junaidi menjelaskan, saat ini sebenarnya Unilak telah memulai program repository atau tempat penyimpanan karya ilmiah seperti skripsi dalam bentuk digital. Ia mengatakan Unilak beberapa tahun ini telah melakukan program digitalisasi karya-karya ilmiah dari dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, Haidir Anwar Tanjung salah satu alumni mahasiswa Fakultas Hukum Unilak Pekanbaru sangat menyesalkan pelemparan skripsi tersebut. Menurutnya, tidak seharusnya skripsi hasil kerja keras para mahasiswa dibuang seenaknya begitu.

"Kita sebagai alumni sangat kecewa dengan hal tersebut," kata Haidir. "Memang benar, skripsi usang sudah disalin digitalisasi. Tetapi sikap kampus main buang seperti itu melabrak etika. Seakan tidak menghargai jerih payah mahasiswanya yang dulu bersusah payah mengumpulkan uang untuk menjilid skripsinya."

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts