Arab Saudi Buka Pendaftaran Haji untuk Warga Asing
Dunia

Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, proses pendaftaran akan digelar sampai Jumat (10/7) mendatang. Pemerintah juga menetapkan persyaratan khusus untuk para calon jemaah.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi memulai proses pendaftaran calon jemaah haji bagi warga asing yang bermukim di sana mulai Senin (6/7).

Arab Saudi hanya mengizinkan sekitar seribu warga asing yang sudah berada di sana untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan memulai rangkaian ibadah pada akhir bulan Juli ini.


Diperkirakan persentase warga asing yang beribadah haji pada tahun ini mencapai 70 persen dari total keseluruhan jemaah, setelah pemerintah setempat memutuskan menggelar ibadah tahunan itu secara terbatas akibat pandemi virus corona (COVID-19).

Menurut keterangan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, proses pendaftaran calon haji bagi warga asing akan digelar sampai Jumat (10/7) mendatang. Mereka harus mendaftar melalui situs kementerian di tautan ini.

Dilansir dari CNN pada Selasa (7/7), pemerintah Arab Saudi menetapkan beberapa persyaratan khusus bagi jemaah haji. Di antaranya adalah warga asing yang diizinkan beribadah haji hanya yang berusia 20 sampai 65 tahun. Mereka juga harus dinyatakan tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau jantung.

Sedangkan warga Saudi yang diizinkan melakukan ibadah haji kemungkinan besar hanya mencapai 30 persen dari jumlah keseluruhan jemaah. Para tenaga medis dan keamanan yang baru sembuh dari COVID-19 diperkenankan menunaikan ibadah haji.

"Mereka akan diseleksi berdasarkan basis data siapa saja yang sembuh dari infeksi virus," demikian keterangan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Seluruh calon jemaah haji juga wajib menjalani pemeriksaan virus corona sebelum diizinkan memasuki Mekah. Setelah beribadah haji, mereka juga harus menjalani karantina.

Di sisi lain, keputusan Arab Saudi menggelar haji terbatas menuai beragam tanggapan. Sebagian memuji langkah itu, tetapi pihak lainnya menyatakan kecewa karena Saudi tidak melakukan dialog dan menetapkan keputusan sepihak.

Sebagai informasi tambahan, hingga kini Arab Saudi telah mencatatkan sebanyak 213,716 kasus COVID-19. Dari angka tersebut, 1,968 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 149,634 pasien dikonfirmasi sembuh. Dengan demikian, Arab Saudi memiliki 62,114 kasus aktif COVID-19.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts