Trump Yakin Vaksin COVID-19 Tersedia Sebelum Akhir Tahun, Kepala Badan Obat-Obatan AS: Itu Mustahil
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebelumnya, Trump menyatakan solusi vaksin untuk pandemi akan siap jauh sebelum akhir tahun. Ia menyampaikan pernyataan tentang vaksin tersebut pada Hari Kemerdekaan AS di Gedung Putih.

WowKeren - Komisioner Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA), Dr Stephen Hahn, meragukan prediksi Presiden Donald Trump bahwa vaksin virus corona (COVID-19) akan siap tahun 2020 ini. Menurutnya, pengembangan vaksin akan didasarkan pada data dan sains.

"Itu mustahil. Saya tidak dapat memprediksi kapan vaksin akan tersedia," kata Dr Hahn, sebagaimana dilansir dari New York Times pada Selasa (7/7).


Dr Hanh menyatakan, perkembangan pembuatan vaksin memang berjalan sangat cepat, hanya saja untuk tersedia bagi masyarakat luas tidak akan dapat dilakukan dalam waktu cepat. "Kami melihat kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pengembangan vaksin, tetapi tidak menguraikan jadwal waktu untuk ketersediaannya," ujarnya menambahkan.

Pernyataan anggota gugus tugas virus corona Gedung Putih itu menjadi sanggahan bagi klaim Presiden Trump yang menyatakan solusi vaksin untuk pandemi akan siap jauh sebelum akhir tahun. Sebelumnya, Trump menyampaikan pernyataan tentang vaksin tersebut pada Hari Kemerdekaan AS di Gedung Putih.

"Kami mungkin akan memiliki solusi terapi dan atau vaksin jauh sebelum akhir tahun ini," ujar Trump. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump memang selalu mengatakan bahwa AS telah melakukan kerja yang luar biasa baik dalam vaksin.

AS sendiri hingga kini memang terus mengalami lonjakan kasus baru maupun kematian yang disebabkan oleh COVID-19. Berdasarkan statistik Worldometer.info per Selasa (7/7), AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 3 juta kasus corona dengan 132,961 kematian.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Bahkan ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di Negeri Paman Sam berjalan ke arah yang salah. Fauci bahkan mengatakan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di AS.

Bukan hanya itu, Fauci juga memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Sedangkan secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 11,7 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 540 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 6,6 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 4,567,745 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts