Suku Baduy Minta Presiden Jokowi Hapus Status Destinasi Wisata, Ganti Jadi Cagar Alam
Travel

Suku Baduy menyampaikan alasan ingin menghapus kawasannya sebagai destinasi wisata. Mereka kemudian mengirim Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi dan Kementerian terkait.

WowKeren - Masyarakat adat Baduy mengirim surat terbuka pada Presiden Joko Widodo untuk menghapus kawasan adat Baduy sebagai destinasi wisata. Surat terbuka itu dicetuskan oleh Lembaga Adat Baduy pada Sabtu (4/7) lalu. Sebagai gantinya, mereka meminta wilayah Baduy ditetapkan sebagai cagar alam atau budaya.

"Hilir mudik" pariwisata rupanya membuat masyarakat adat Baduy merasa terusik. Salah satu pemangku adat Baduy, Jaro Saidi, mengungkapkan keresahan mengenai semakin mengkhawatirkannya pencemaran di wilayah Baduy. Masalah tersebut lantaran banyak pedagang dari luar menjual produk berkemasan plastik yang masuk ke dalam Baduy.


"Ini terjadi karena terlalu banyaknya wisatawan yang datang, ditambah banyak dari mereka yang tidak mengindahkan dan menjaga kelestarian alam," ujar Jaro Saidi dilansir Detik Travel. "Sehingga banyak tatanan dan tuntunan adat yang mulai terkikis dan tergerus oleh persinggungan tersebut."

Surat terbuka untuk Presiden Jokowi dikirimkan melalui tim dari luar wilayah Baduy yang dikepalai oleh Heru Nugroho, dan beranggotakan Henri Nurcahyo, Anton Nugroho, dan Fajar Yugaswara. Mereka dipercaya menyampaikan mandat Lembaga Adat Baduy kepada Presiden serta beberapa Kementerian dan perangkat daerah wilayah Banten.

Mandat tersebut awalnya disampaikan secara lisan oleh Jaro Tangtu Cikeusik yang akrab disapa Jaro Alim. Penyampaian tersebut turut disaksikan Puun Cikeusik dan Jaro Saidi. Selanjutnya, mandat diserahkan secara administratif kepada tim Heru Nugroho.

Selaku ketua tim, Heru Nugroho mengaku antusias dalam menjalankan tugas dari Lembaga Adat Baduy. "Karena kedekatan saya kepada masyarakat Baduy yang sudah terjalin sekian lama, mungkin saya diberikan kepercayaan oleh mereka untuk bisa menyampaikan aspirasinya kepada Bapak Presiden melalui surat terbuka ini," ujar Heru.

Pada Senin (6/7), agenda pertemuan mereka adalah penandatanganan surat terbuka oleh tim Heru Nugroho dan pembubuhan cap jempol oleh pemangku adat Baduy. "Harapannya semoga pemerintah kita mau mendengarkan aspirasi masyarakat Baduy dan mencari solusi terbaik bagi kelangsungan tatanan adat budaya Baduy," tutup Heru.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts