Kata Menag Soal Ancaman Reshuffle Jokowi: Saya Tak Pernah Dengar
Instagram/kemenag_ri
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi angkat berbicara mengenai ancaman Presiden Joko Widodo yang akan melakukan reshuffle terhadap para menterinya.

WowKeren - Presiden Joko Widodo sempat memberikan teguran keras pada menterinya bahkan mengancam akan melakukan reshuffle. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi lantas mengomentari kemarahan dan ancaman Jokowi tersebut yang akan merombak Kabinet Indonesia Maju.

Secara blak-blakan, Fachrul mengatakan tidak pernah mendengar isu reshuffle menteri. Ia juga nampak enggan banyak bicara mengenai ancaman Jokowi tersebut. Menurutnya, permasalahan reshuffle menteri sepenuhnya merupakan keputusan presiden.

”Aduh saya nggak pernah dengar (isu reshuffle menteri),” kata Fachrul di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta seperti dilansir dari Detik pada Selasa (7/7). “Itukan urusan presiden.”

Sebelumnya, Jokowi menyatakan kekecewaannya pada kinerja para menteri dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) yang terkesan santai. Jokowi bahkan menegaskan siap mengambil tindakan dari menghapus lembaga sampai melakukan reshuffle jika tidak ada perbaikan dalam kinerja menteri-menterinya.


Meski demikian, ancaman Jokowi tersebut rupanya dianggap hanyalah sebagai bentuk motivasi kepada menterinya. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Ia bahkan mengatakan jika isu reshuffle kabinet sudah tidak relevan lagi.

Mensesneg bahkan membongkar dampak positif dari teguran keras Jokowi terhadap menterinya. Ia mengatakan sejak ditegur, kinerja dari menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju semakin bergerak cepat dan positif dalam menangani pandemi COVID-19.

”Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progres yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan sejauh bagus terus,” ujar Pratikno yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/7). “Sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Tentu saja kalau bagus terus ya nggak ada isu, nggak relevan lagi reshuffle.”

”Tapi dalam waktu yang relatif singkat kita melihat progres yang luar biasa di kementerian/lembaga antara lain bisa dilihat dari serapan anggaran yang meningkat, program-program yang sudah mulai berjalan,” sambungnya. “Artinya teguran keras tersebut punya arti yang signifikan. Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts