Hong Kong Dibayangi Gelombang 3 COVID-19
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian kesehatan Hong Kong mengatakan peningkatan kasus baru corona diduga berasal dari panti jompo di Tsz Wan Shan. Semua penghuni panti jompo akan dikarantina di Kamp Asosiasi Klub Jockey PHAB.

WowKeren - Hong Kong melaporkan 14 orang terinfeksi virus corona, sembilan diantaranya tertular di dalam negeri tanpa ada riwayat perjalanan ke luar negeri. Laporan ini meningkatkan kekhawatiran terjadi gelombang ketiga pandemi virus corona (COVID-19).

Dilansir dari CNN pada Rabu (8/7), kementerian kesehatan Hong Kong mengatakan peningkatan kasus baru corona kali ini diduga berasal dari panti jompo di Tsz Wan Shan. Semua penghuni panti jompo akan dikarantina di Kamp Asosiasi Klub Jockey PHAB Hong Kong.

"Sejak akhir pekan lalu, situasi epidemi lokal telah berubah dengan cepat. Situasinya sangat kritis," kata Dr Wong Ka-hing dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong dalam konferensi pers pada Selasa (7/7) waktu setempat.

Dilaporkan bahwa seorang wanita berusia 85 tahun di Kong Tai Care for Aged Center Limited dipastikan terinfeksi corona. Selain itu, tiga penghuni lainnya dicurigai positif mengidap virus corona termasuk laki-laki berusia 79 tahun dan perempuan berusia 67 tahun. Sementara satu perempuan lainnya menunjukkan gejala terinfeksi corona dengan gejala demam dan saat ini telah dirawat di rumah sakit.


"Mungkin ada wabah di panti jompo, meskipun kami belum yakin dengan sumber penularan," ujar Dr Chuang Shuk-kwan, kepala penyakit menular di pusat kota. "Banyak penghuni panti yang tidak bisa bergerak dan tak bisa meninggalkan panti. Kendati ada beberapa yang bisa berjalan. Kami akan melakukan pengetesan di sana."

Sekitar lima dari sembilan kasus lokal yang dilaporkan tidak dapat dilacak sumber penularannya, termasuk seorang pekerja TI di Otoritas Rumah Sakit yang sempat berlibur ke Disneyland pada awal Juli lalu.

Kasus positif lainnya menimpa seorang koki berusia 40-an tahun yang bekerja di sebuah restoran di Shek Mun. Sementara istri dan anak-anaknya menunjukkan gejala ringan dan telah dirawat ke rumah sakit untuk mendapat pengawasan dan perawatan lebih lanjut.

Hong Kong sendiri berupaya meningkatkan pengujian bagi orang yang baru tiba dari luar negeri. Alih-alih menjalani karantina, orang yang baru datang ke Hong Kong kini hanya diharuskan menjalani pengetesan virus corona.

Dr Wong Ka-hing mengatakan langkah itu dinilai perlu ke beberapa orang yang tidak melalui tahap pengetesan untuk memastikan apakah ia benar-benar terinfeksi virus corona. Selain penumpang, kru transportasi udara dan laut juga diharuskan menyerahkan sampel air liur ketika memasuki Hong Kong.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts