Terungkap Penyebab Suku Baduy Minta Dihapus dari Peta Wisata RI, Berkaitan dengan Sikap Wisatawan
Nasional

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyebut jika wisatawan yang berkunjung ke Baduy kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dengan membuang sampah sembarangan.

WowKeren - Suku Baduy tengah menjadi sorotan. Hal ini tak lepas dari isu penutupan tempat wisata di kawasan tersebut.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengungkap alasan mengapa masyarakat Suku Baduy ingin dihapus dari peta wisata RI. Hal itu disebabkan karena masih banyaknya pengunjung yang kurang menaati aturan.


"Karena kenapa mereka keluar statmennya itu (minta dihapus)," kata Iti, Selasa (7/7). "Kan banyak pengunjung-pengunjung yang tidak taat dan membangun warung di sana."

Selain itu, tak sedikit pula wisatawan yang berkunjung memiliki kesadaran yang kurang dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik yang berkunjung ke Baduy luar maupun dalam. Alhasil, kawasan Baduy menjadi tercemar sampah. "Banyak yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Pemkab Lebak bersama dengan pemangku adat Baduy akan memperketat pemeriksaan di pintu masuk. Pengunjung yang akan masuk diharuskan membawa kantong sampah sendiri agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Mungkin ada pemeriksaan terlebih dahulu sebelum masuk kesana (baduy). Persoalannya sekarang ke Baduy itu bisa masuk dari dua jalur," jelas Iti. "Lewat Ciijahe bisa lewat Ciboleger. Nah, itu yang harus diwaspadai oleh kita."

Sementara itu, obyek wisata Baduy masih ditutup imbas pandemi COVID-19. Kawasan ini rencananya akan dibuka kembali setelah dilakukan musyawarah dengan para tetua adat Baduy dan Pemkab Lebak.

Sebelumnya, masyarakat adat Baduy mengirim surat terbuka pada Presiden Joko Widodo untuk menghapus kawasan adat Baduy sebagai destinasi wisata. Namun hal ini dibantah oleh sang Kepala Desa Kanekes atau kepala desa Baduy untuk urusan pemerintahan, Jaro Saija.

Jaro mengaku tidak diajak bicara atas usulan itu. Saija menilai hal itu seharusnya juga dikomunikasikan dengan Dinas Pariwisata Lebak ataupun Pemprov Banten. Sebab, jika pariwisata Baduy ditutup justru akan merugikan.

"Belum dimusyawarahkan jaro tangtu, puun, kepala desa," kata Saija di Lebak, Senin (6/7). "Harusnya kan musyawarah dulu mana yang bagusnya, harusnya seperti itu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts