Jatim Gagal Penuhi Target Corona Jokowi, Surabaya Raya Paling ‘Babak Belur’
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Target dua minggu penanganan corona yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk Jawa Timur gagal terpenuhi. Surabaya Raya tercatat menjadi wilayah yang paling ‘babak belur’.

WowKeren - Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu telah memberikan deadline selama 2 minggu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19). Sayang, target dari Jokowi tersebut gagal dipenuhi Jatim setelah tenggat waktu berakhir pada Kamis (9/7) hari ini.

Kasus penyebaran virus corona di Jatim masih begitu tinggi. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, kasus virus corona di Jatim masih tidak stabil sejak kunjungan Jokowi yang memberikan target pada 25 Juni lalu.


Berikut merupakan perkembangan kasus COVID-19 di Jatim dalam 2 minggu terakhir:

1. Pada 26 Juni: bertambah 363 pasien menjadi total 10.886 kasus.

2. Pada 27 Juni: bertambah 299 pasien menjadi total 11.170 kasus.

3. Pada 28 Juni: bertambah 241 pasien menjadi total 11.482 kasus.

4. Pada 29 Juni: bertambah 240 pasien menjadi total 11.795 kasus.

5. Pada 30 Juni: bertambah 389 pasien menjadi total 12.118 kasus.

6. Pada 1 Juli: bertambah 316 pasien menjadi total 12.245 kasus.

7. Pada 2 Juli: bertambah 313 pasien menjadi total 12.681 kasus.

8. Pada 3 Juli: bertambah 340 pasien menjadi total 13.025 kasus.

9. Pada 4 Juli: bertambah 441 pasien menjadi total 13.447 kasus.

10. Pada 5 Juli: bertambah 419 pasien menjadi total 13.997 kasus.

11. Pada 6 Juli: bertambah 270 pasien menjadi total 14.298 kasus.

12. Pada 7 Juli: bertambah 308 pasien menjadi total 14.578 kasus.

13. Pada 8 Juli: bertambah 399 pasien menjadi total 14.941 kasus.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui jika target yang diberikan Jokowi memang sulit untuk terpenuhi. Ia mengatakan kondisi Jatim memang masih belum membaik, apalagi rata-rata penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir ini mencapai 300-400 kasus per hari.

”Pak Presiden pernah berkunjung ke Jatim,” kata Joni dalam webinar Ikatan Alumni Unair seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (9/7). “Memberikan arahan, kita diminta dalam 2 minggu bisa mengendalikan penambahan kasus.”

”Tapi rasanya ini masih terus naik kasusnya,” sambungnya. “Data-data menunjukkan di Jatim itu memang angkanya lebih tinggi dari nasional. Kita lihat attack rate (tingkat serangan COVID-19) lebih tinggi.”

Joni menjelaskan jika attack rate di Jatim saat ini tercatat mencapai 28,6 per 100 ribu penduduk, sedangkan nasional mencapai 23,2 per 100 penduduk. Meski demikian, ia juga menjelaskan kenaikan kasus tersebut diiringi dengan kenaikan angka kesembuhan sehingga recovery rate di Jatim semakin tinggi.

Dalam catatannya, perbaikan rasio kesembuhan di Jatim telah meningkat dari 32,56 persen pada 25 Juni lalu dan kini menjadi 36,31 persen. Sedangkan angka kematian dari 7,6 persen meningkat jadi 7,7 persen.

Wilayah Surabaya Raya disebutkan menjadi penyumbang kasus virus corona terbesar di Jatim. Surabaya Raya sendiri terdiri dari Kota Surabaya serta Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.

Dari total keseluruhan kasus di Jatim, 82,1 persen di antaranya terjadi di Surabaya Raya. Tak hanya itu, attack rate di Surabaya Raya saat ini cukup parah lantaran tercatat mencapai 119,8 per 100 ribu penduduk.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts