Pemerintah Buka Suara Soal Kemungkinan COVID-19 Menular Lewat Airborne
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gugus Tugas COVID-19 akhirnya angkat berbicara mengenai penelitian terbaru dari 239 ilmuwan yang mengungkap jika virus corona menyebar melalui udara atau airborne

WowKeren - Sebanyak 239 ilmuwan dari sejumlah negara telah meyakini jika virus corona (COVID-19) menular melalui udara atau airborne. Ratusan peneliti tersebut bahkan telah mengirimkan surat kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar secepatnya mengubah pedoman kesehatan.

Pemerintah Indonesia lantas angkat berbicara mengenai penelitian tersebut. Gugus Tugas COVID-19 menyatakan jika hingga saat ini masih belum ada pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kebenaran penyebaran virus corona melalui partikel udara.


Meski masih menunggu anjuran terbaru WHO, pemerintah menegaskan tetap mengimbau masyarakat agar terus waspada terkait penularan virus corona melalui airborne. Hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari penularan COVID-19 sejauh ini adalah dengan terus disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kepala Pusat Krisis Gugus Tugas COVID-19, Budi Sylvana menjelaskan upaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini yang sudah mengeluarkan surat Menkes. Dalam surat itu, diatur bagaimana protokol yang perlu diterapkan di tempat kerja perkantoran dan industri agar aman dari penularan virus corona.

Budi mengatakan jika salah satu protokol yang perlu diperhatikan adalah terkait menjaga kualitas udara demi mengantisipasi penularan virus melalui airborne. Peningkatan kualitas udara di lingkungan industri dapa dilakukan dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja serta pembersihan filter AC.

“Pernyataan resmi WHO yang menyatakan penularan lewat airborne belum ada," ujar Budi seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (9/7). “Berbicara airborne tidak hanya kantor dan industri, tetapi juga rumah dan fasilitas umum. Yang terpenting adalah menjaga kualitas udara dan mengatur kualitas udara sebaik mungkin.”

WHO sendiri baru saja mengakui jika ada kemungkinan virus corona menyebar melalui airborne. Salah satu pejabat WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Alleganzi mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang membahas dan bekerja sama dengan para ilmuwan soal penyebaran corona lewat udara.

”Kami mengakui bahwa ada bukti di lapangan (penularan lewat airborne),” ujar Alleganzi seperti dilansir dari CNN. “Seperti di semua permukaan yang terpapar virus corona dan oleh karena itu kami percaya bahwa kami harus terbuka terhadap temuan ini dan memahami implikasinya mengenai cara penularan dan juga mengenai tindakan pencegahan yang perlu diambil.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts