'Backstreet Rookie' Ditinjau Komisi Standar Komunikasi Gara-Gara Adegan Seksual
Naver
TV
Kontroversi Backstreet Rookie

Subkomite Komisi Standar Komunikasi Korea mengadakan pertemuan di Seoul pada 8 Juli dan mereka memutuskan mengadakan 'dengar pendapat' dengan tim produksi 'Backstreet Rookie'.

WowKeren - "Backstreet Rookie" sejak awal tayang memang telah menuai kontroversi karena menampilkan banyak materi sugestif seksual seperti sebuah adegan di mana seorang siswa di bawah umur mendekati seorang dewasa untuk merokok dan akhirnya menciumnya.

Lalu adegan yang melibatkan pekerja seks, pengambilan gambar dari atas yang menampilkan siswa sekolah menari di karaoke, sebuah adegan eksplisit seorang penulis webtoon mandi, sebuah ruangan dengan potret wanita telanjang dan sebuah adegan di mana seorang penulis membuat suara erangan saat menggambar webtoon eksplisit yang menekankan tubuh wanita.


Menurut laporan media setempat, "Backstreet Rookie" telah menerima 6.384 keluhan sipil. Seorang wakil dari Komisi Standar Komunikasi Korea (KOCSC) menyatakan, "Ini adalah program yang telah menerima jumlah pengaduan sipil terbesar dalam setahun terakhir. Kalau dihitung tanpa membatasi jangka waktu, ini pasti menjadi salah satu dari jumlah terbesar pengaduan yang diterima."

Subkomite KOCSC (ketua Heo Mi Sook) mengadakan pertemuan di Seoul pada 8 Juli dan mereka memutuskan untuk mengadakan "dengar pendapat" dengan tim produksi setelah menentukan bahwa episode pertama "Backstreet Rookie" (siaran 19 Juni) telah melanggar ketentuan peraturan penyiaran termasuk "mempertahankan kelas" dan "bahasa penyiaran".

Proses "dengar pendapat" melibatkan perwakilan dari perusahaan penyiaran untuk drama tersebut untuk menjelaskan alasan pembuatan siaran semacam itu. Ini diputuskan oleh kelima anggota komite musyawarah.

Panitia musyawarah juga mengkritik rating usia penonton drama. Anggota komite Park Sang Soo mengatakan, "Alasan mengapa ada begitu banyak keluhan sipil adalah bahwa webtoon 'Backstreet Rookie' diberi rating usia 19+, tetapi mereka mencoba mengubahnya menjadi 15+."

"Namun, mereka ceroboh dalam hal mengedit. Bahasa yang sangat sugestif secara seksual dan cabul digunakan tanpa pandang bulu. Meskipun ini adalah sebuah drama, kerugian etis dan emosional pada remaja cukup luar biasa. Itu tampaknya bukan peringkat 15+," sambung Park Sang Soo.

Anggota komite Kang Jin Sook juga mempermasalahkan komodifikasi perempuan. "Ketika melihat webtoon, remaja wanita secara seksual diobjektifikasi melalui perspektif pria. Karena webtoon itu digunakan sebagai karya asli, drama ini juga memiliki banyak adegan bermasalah yang mengkomodifikasi wanita," ungkap Kang Jin Sook.

Ketua Heo Mi Sook juga mempertanyakan apakah "Backstreet Rookie" dapat dinikmati bersama dengan anggota keluarga. Dia menyatakan, "Penyutradaraan yang digunakan dalam webtoon terasa di berbagai tempat drama. Ada masalah mendasar. "

Sementara itu, orang-orang yang mengajukan keluhan untuk "Backstreet Rookie" menyatakan bahwa drama tersebut mengobjektifikasi perempuan di bawah umur dan termasuk adegan sugestif. Setelah kontroversi terjadi, adegan bermasalah itu sudah diambil dari layanan VOD replay.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts