Tiongkok Sambut Kebijakan WHO Selidiki Asal-Usul COVID-19 dengan Tangan Terbuka
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada akhir Juni lalu, WHO memang mengutus tim ke Tiongkok untuk menyelidiki asal-usul virus corona. WHO menyatakan penyelidikan ini dilakukan karena pandemi corona masih jauh dari selesai.

WowKeren - Pemerintah Tiongkok menyambut keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki asal-usul virus corona (COVID-19) dengan tangan terbuka. Beijing menyebut, hal ini lantaran Tiongkok akan terus memelihara dan kerja sama dengan WHO sejak pecahnya pandemi COVID-19.

"Setelah berkonsultasi antara kedua belah pihak, Pemerintah Tiongkok sepakat untuk WHO mengirim para ahli ke Beijing untuk bertukar pikiran dengan para ilmuwan dan ahli medis Tiongkok tentang kerja sama berbasis ilmu pengetahuan guna melacak asal-usul virus," demikian kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, Zhao Lijian, melalui laman resmi Kementerian.


Zhao memaparkan bahwa para pakar WHO dan Tiongkok akan menyiapkan rencana ilmiah guna mengidentifikasi sumber zoonosis virus corona. "Para ahli akan mengembangkan ruang lingkup dan kerangka acuan untuk misi internasional yang dipimpin WHO," tegasnya.

Lebih lanjut, Zhao menjelaskan penyelidikan asal muasal timbulnya virus merupakan pekerjaan kompleks. Hal itu telah terbukti dari epidemi sebelumnya di berbagai negara. Serangkaian penelitian ilmiah yang terencana dengan baik akan memajukan pemahaman tentang reservoir hewan dan rute penularan ke manusia.

"Proses ini merupakan upaya yang terus berkembang yang dapat mengarah pada penelitian serta kolaborasi ilmiah internasional lebih lanjut secara global," imbuhnya.

Seperti yang diketahui, pada akhir Juni lalu WHO mengumumkan akan mengutus tim ke Tiongkok untuk menyelidiki asal-usul virus corona. "Kita bisa melawan virus dengan lebih baik ketika kita tahu segalanya tentang virus, termasuk bagaimana virus itu bermula. Kami akan mengirim tim pekan depan ke Tiongkok untuk mempersiapkan itu," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada 29 Juni lalu.

Keputusan WHO ini bisa dibilang cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya organisasi tersebut bersikukuh mengatakan bahwa virus corona berasal dari kelelawar, alih-alih berasal dari laboratorium seperti yang dituduhkan AS, Australia, dan beberapa negara lainnya.

Namun WHO menyatakan penyelidikan ini dilakukan karena pandemi corona masih jauh dari selesai. Bahkan, mereka memperingatkan dunia soal peningkatan perpecahan global akibat masalah tersebut.

"Kami berharap tim nantinya bisa mendapatkan gambaran dan pemahaman soal bagaimana virus dimulai," tambah Tedros. "Kami semua ingin ini berakhir. Kami semua ingin melanjutkan hidup kita. Tetapi kenyataannya yang sulit adalah ini bahkan belum dekat untuk berakhir karena secara global pandemi ini sebenarnya sedang meningkat."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts