Tiongkok Heboh Wabah Bubonic, LIPI Ungkap Fakta Mengejutkan Ini
Nasional

Wabah bubonic saat ini telah menghebohkan Tiongkok. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lantas mengungkap fakta mengejutkan seputar penyakit tersebut.

WowKeren - Tiongkok tidak hanya dihantam dengan pandemi virus corona (COVID-19) saja. Wabah penyakit bubonic juga sedang menyerang Negeri Tirai Bambu tersebut. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lantas mengungkap fakta mengenai wabah bubonic.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Ibnu Muryanto mengatakan jika Indonesia pernah dihantam wabah bubonic atau pes. Ibnu mengungkapkan jika wabah pes yang melanda Indonesia terjadi sekitar tahun 1970-an.


LIPI menjelaskan jika saat itu, penyebaran pes di Indonesia terjadi di sejumlah lokasi. Namun, ada satu lokasi yang cukup terkenal karena tingginya kasus pes, yakni Boyolali, Jawa Tengah.

Wabah pes sendiri berasal dari tikus. Meski demikian, Ibnu menjelaskan jika tidak sembarang tikus yang menyebabkan munculnya wabah pes. Wabah ini hanya berasal dari tikus belukar.

”Penyakit pes pernah mewabah di jawa sekitar tahun 70an,” ujar Ibnu seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (9/7). “Kalau itu banyak disebarkan oleh tikus belukar rattus exulans.”

Ibnu lantas memberikan saran bagi masyarakat agar terhindar dari wabah ini. Menurutnya, tindakan pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan.

LIPI juga menyatakan risiko kematian jika terinfeksi wabah pes sangat tinggi. Terlebih, saat ini sudah ada sejumlah tikus yang dinilai membawa virus tersebut. “Dan saat ini beberapa tikus setelah dicek katanya masih ada pembawa carier,” terang Ibnu.

Sebelumnya, pihak berwenang Tiongkok mulai waspada setelah sejumlah warga mengidap bubonic, sebuah penyakit yang berasal dari bakteri Yersinia pestis. Penyakit itu ditularkan oleh tikus yang terinfeksi melalui kutu ke manusia.

Bakteri berkembang biak di kelenjar getah bening terdekat dengan tempat bakteri masuk ke tubuh manusia. Biasanya, seseorang mengalami gejala-gejala tersebut antara dua atau enam hari setelah terinfeksi.

Penularan penyakit pes dari manusia ke manusia sendiri jarang terjadi. Adapun gejala wabah pes juga dapat mempengaruhi paru-paru sehingga menyebabkan batuk, nyeri dada, dan sulit bernapas.

Setelah adanya sejumlah kasus bubonic, Tiongkok langsung menutup sejumlah tempat wisata di bagian utara negara dekat perbatasan Mongolia setelah wabah ditemukan di daerah tersebut. Penutupan ini akan dilakukan selama beberapa hari kedepan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menjelaskan jika pasien bubonic dapat ditangani dengan menggunakan antibiotik. Namun jika pasien tidak diobati, WHO menyatakan risiko angka kematian dapat menyentuh 60 persen.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts