Bantu Siswa di Tengah Pandemi, Daftar di SMP Ini Cukup Bayar dengan 'Bismillah'
Nasional
COVID-19 di Indonesia

SMP ini sendiri baru dibuka tahun lalu. Saat pembukaan di tahun pertama pun, sekolah ini telah menggratiskan biaya masuk bagi siswa dari kalangan duafa dan yatim piatu.

WowKeren - Pandemi COVID-19 menyebabkan kondisi perekonomian semakin sulit di Indonesia. Terlebih lagi di masa-masa pendaftaran tahun ajaran baru seperti sekarang ini.

Namun, satu sekolah di Jawa Tengah rupanya tidak membebankan biaya mendaftar bagi calon siswanya. SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) menggratiskan biaya sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 ini.


Bagi calon siswa yang ingin mendaftar cukup hanya dengan melafalkan basmalah. SMP ini sendiri baru dibuka tahun lalu. Saat pembukaan di tahun pertama pun, sekolah ini telah menggratiskan biaya masuk bagi siswa dari kalangan duafa dan yatim piatu.

Namun karena alasan pandemi COVID-19, pihak sekolah akhirnya menggratiskan biaya untuk semua kalangan. Ketua Yayasan Al Khairot, Muhamad Zidni Mubarok mengaku prihatin dengan kondisi pandemi ini.

"Ya kita turut prihatin atas adanya pandemi corona ini," kata Zidni di Pekalongan, Kamis (9/7). "Banyak yang harus membangun perekonomian keluarga dari nol lagi, banyak yang terdampak seperti dirumahkan, dan lain-lain."

Ia juga menyinggung masih ada banyak anak yang tidak terdaftar dalam sekolah negeri karena terdampak sistem zonasi. "Karena itu, kita adakan sekolah gratis. Kita hanya inginkan peserta didik mengucapkan bismillah saat masuk sini, agar lulus dengan membanggakan orang tuanya," terangnya.

Rupanya bukan hanya uang pendaftaran, orang tua siswa tidak perlu memikirkan uang bulanan atau pun lainnya selama tiga tahun. Tak cukup sampai di situ, yayasan juga akan memberikan seragam gratis.

Untuk tahun ajaran ini sudah ada 210 siswa yang mendaftar. "Untuk KBM kelas VIII sudah dimulai. Namun untuk pendaftaran tahun ajaran baru masih kita buka," ujar Zidni.

Sebelumnya, sekolah hanya menyediakan kuota penerimaan siswa baru sebanyak 145 orang di tahun pertama. Namun kini ditambah menjadi 270.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts