Viral Curhatan Netizen Tak Bisa Klaim Asuransi Pendidikan, 7 Nasabah Bumiputera Alami Hal Serupa
Nasional

Seorang netizen bercerita mengenai nasib sang ibu yang tidak bisa mengklaim uangnya di salah satu perusahaan asuransi. Padahal sang ibu telah membayar selama 17 tahun.

WowKeren - Curhatan akun @ryandirachman pada Kamis (9/7) mendapat tanggapan dari puluhan pengguna Twitter. Melalui sebuah thread, Ryan menceritakan pengalaman sang ibu yang sudah 17 tahun membayar asuransi pendidikan adiknya. Namun klaim tersebut tidak bisa dicairkan karena perusahaan asuransinya bangkrut.

"Nyokap gue, 17 tahun bayar asuransi pendidikan adek gue. Nah kemaren mau cairin tuh, eh gak bisa masa," tulis akun @ryandirachman. "Alesannya karena mereka mau collapse.. Bangsa*t banget emang asuransi di indonesia."


Namun Ryan tak mau menyebut nama perusahaan asuransi yang "menipu" sang ibunda karena berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu 3 bulan. "Gue gak akan mention kantor asuransinya apa namanya, soalnya mereka masih ada itikad baik, katanya sih minta tenggat waktu 3 bulan buat pencairan," imbuhnya.

Menurut Ryan, sang ibunda telah membayar asuransi pendidikan sebesar Rp250 ribu per bulan selama 17 tahun. Menanggapi curhatan Ryan, beberapa warganet menduga bahwa perusahaan asuransi yang dimaksud berinisial BP karena juga mengalami hal serupa.

Viral Curhatan Netizen Tak Bisa Klaim Asuransi Pendidikan

Twitter

"Sama cerita sama aku dan kakaku. Asuransi di BP. Kakakku udh asuransi dr 18 th lalu. Mau klaim dana terakhir, katanya nunggu nomer antrian. Disuruh donlod apk nya buat cek no antrian, tiap hari di cek angka yg keluar sama terus dikisaran 50'n lha kakak dpet no antrian seribu lbh," tulis akun @bbiieejj1525.

"Sama banget, ortuku jg ikut asuransi pendidikan BP ini udh 17 thn harusnya thn kmrn cair, tp sampe skrg ga ada kejelasan, udh coba diurus bahkan no antrian aja blm dpt, mana agennya ga jelas lg ngilang ga mau bantu," balas akun @Oufei6.

Mengutip berita Tribun Jogja pada 18 Juni lalu, tujuh nasabah Asuransi Jiwa Bumiputera mendatangi Kejaksaan Negeri Gunungkidul untuk berkonsultasi masalah klaim. Salah satunya pengalaman Daryati yang membayar asuransi pendidikan dan kesehatan jiwa sejak 2005. Pada akhir 2019 lalu, Bumiputera memang mengabarkan sedang menjual sejumlah aset demi melunasi tunggakan klaim nasabah.

"Kalau dihitung, total klaim yang diajukan untuk asuransi jiwanya sudah Rp 65 juta," ujar Daryanti. "Saya sendiri saat itu ingin mengajukan klaim sebelum jatuh tempo, tapi tetap tidak bisa."

Menurut pihak Kejari Gunungkidul, ada dua kemungkinan klaim nasabah tak bisa dicairkan. "Pertama bisa jadi penggelapan dana oleh oknum, yang kedua perusahaan asuransi memang sedang ada masalah keuangan," ujar Kasi Datun Kejari Gunungkidul, Winarti.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts